Permintaan Jokowi Tak Bisa Disanggupi Bio Farma Untuk Uji Klinis Vaksin Sinovac Selama 3 Bulan




D'On, Jakarta,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) di Istana Kepresidenan, Selasa (21/7) lalu. Pada kesempatan itu, Jokowi meminta tim merampungkan uji klinis vaksin Covid-19, Sinovac asal China dalam waktu 3 bulan.

Menanggapi hal itu, Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan menegaskan uji klinis tidak bisa dipercepat kurang dari 6 bulan.

Ia menjelaskan, secara scientific waktu enam bulan tersebut merupakan waktu yang optimal untuk melihat reaksi dari vaksin tersebut. Jadi ada masa inkubasi yang tidak bisa ditawar.

"Untuk uji klinis ini kita kan harus memenuhi standar regulasi maupun secara validity fact. Ada masa inkubasi yang tidak bisa kita tawar. Secara scientific, enam bulan adalah waktu yang optimal untuk melihat bagaimana reaksi dari vaksin ini. Kita harus penuhi persyaratan sisi regulasi maupun bukti scientific," kata dalam acara Market Review dengan IDX Channel, Kamis (23/7).

Iwan melanjutkan, saat uji klinis subjek akan disuntikkan vaksin sebanyak dua kali, yaitu pada hari pertama dan ke-14. Setelah disuntikkan vaksin tersebut, seluruh relawan akan dipantau oleh tim yang telah disiapkan.

Tim akan mengecek efek samping dari penyuntikkan vaksin tersebut secara berkala sampai enam bulan.

Jadi butuh waktu enam bulan untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu vaksin. Jadi enam bulan setelah disuntik, Bio Farma akan mengecek kembali kandungan antibodi pada setiap relawan. Dari antibodi tersebut, barulah bisa dinyatakan berhasil atau tidak.

"Jadi suntikan vaksin ini dilakukan dua kali. Pada hari pertama dan hari ke-14. Setelah enam bulan kita lihat lagi kandungan antibodinya. Kalau memang berhasil, kita bisa gunakan vaksin tersebut," ujarnya.

Uji Klinis Melibatkan 1.620 Relawan

Vaksin Covid-19 Sinovac dari China sendiri sudah masuk ke Indonesia sekitar 2.400 buah. Vaksin tersebut akan menjalani uji klinis tahap ketiga yang dilakukan oleh Bio Farma di Bandung.

Untuk menguji efektivitas suatu vaksin, para ilmuwan memerlukan relawan yang bersedia untuk dilakukan uji coba. Rencananya, dalam uji klinis ini, Bio Farma melibatkan 1.620 relawan.

Syarat jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ada syarat utama yang harus dipenuhi para relawan. Yang pertama adalah syarat usia. Hanya yang usianya antara 18-59 tahun saja yang boleh mendaftarkan diri menjadi relawan.

"Itu kita akan melakukan uji klinis terhadap 1.620 subjek (relawan). Jadi subjek ini nanti mendapat suntikan vaksin ya, bukan virus," kata Iwan.

Uji coba tahap ketiga vaksin dari Sinovac ini bukan dilakukan di Indonesia saja. Beberapa negara lainnya juga melakukan uji klinis. Diantaranya Brazil, Bangladesh, dan Turki. Di Brazil sendiri, uji coba sudah mulai dilakukan pada 21 Juli lalu dan akan dilakukan selama tiga bulan. Sekitar 9.000 petugas kesehatan di enam negara bagian Brazil akan menjadi relawan vaksin ini dalam dua dosis. Jika berhasil, Brazil akan memproduksi sampai 120 juta dosis.

Sebagai informasi, uji coba tahap pertama hanya membutuhkan relawan sebanyak 15 orang saja. Kemudian pada tahap kedua butuh 300 orang dengan kriteria tertentu. 

Di tahap ketiga ini, memang butuh relawan dengan jumlah lebih banyak lagi, yaitu sampai 30 ribu peserta. Oleh karena itu, uji coba Vaksin dari Sinovac ini dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia.

(mdk/mond)

No comments

Powered by Blogger.