Breaking News

Israel Berjanji Investigasi Kematian Lima Anak di Gaza

D'On, Tel Aviv (Israel),- Militer Israel mengaku akan segera menginvestigasi dugaan adanya kematian warga sipil, termasuk lima anak-anak, dalam serangan udara yang dilancarkan di Jalur Gaza pada Kamis 14 November.

Israel mengklaim serangan itu ditujukan kepada rumah milik Rasmi Abu Malhous, yang disebut-sebut sebagai seorang komandan dari kelompok Palestinian Islamic Jihad (PIJ).

Kala itu, Israel menyebut tidak ada korban jiwa dari masyarakat sipil. Israel berkukuh kepala keluarga di rumah tersebut adalah seorang komandan unit peluncur roket PIJ.


Namun dikutip dari BBC, Sabtu 16 November 2019, Israel kini mengatakan identitas seputar kepala keluarga di rumah tersebut belum dapat dipastikan dan akan segera diinvestigasi. Kabar terbaru disampaikan Barbara Plett Usher, seorang koresponden BBC di Gaza.

Sejauh ini PIJ belum berkomentar apakah Abu Malhous adalah salah satu anggota mereka.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres melalui juru bicaranya telah mendesak Israel untuk segera menginvestigasi kematian delapan orang dalam satu keluarga itu.

"Sekretaris Jenderal turut berduka cita atas kematian keluarga Al-Sawarkeh, dan berharap semua korban luka dapat cepat sembuh. Dia juga meminta Israel segera membuka investigasi," ujar Farhan Haq, jubir Guterres.

"Kami menentang keras segala bentuk pembunuhan terhadap warga sipil. Dalam kasus keluarga Sawarkeh, sudah jelas itu merupakan sebuah tragedi," lanjut dia.

Meningkatnya ketegangan saat ini terjadi setelah Israel membunuh seorang komandan kelompok PIJ di Gaza pada Selasa 12 November. Kematian komandan itu langsung direspons dengan peluncuran ratusan roket.

Gencatan senjata yang dimediasi Mesir telah disepakati pada Kamis 14 November. Namun hingga kini, aksi saling serang masih berlangsung.

Source: medcom