Konflik Ukraina-Russia Makin Memanas

D'On, Ankara,- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengecam Rusia menyusul penembakan kapal-kapal dan personel angkatan laut Ukraina pada pekan lalu.  Menurutnya, penembakan itu memancaing konflik baru dari eskalasi yang sudah berlangsung selama empat tahun.

"Tidak bisa dibenarkan penggunaan kekuatan militer Rusia terhadap kapal-kapal Ukraina. Kami meminta Rusia segera membebaskan para pelaut Ukraina dan kapal yang disita tanpa penundaan," kata aliansi militer tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dilansir dari Anadolu, NATO juga menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan Rusia terhadap kapal-kapal dan pelaut Ukraina tidak bisa diterima.

"Mengingat penggunaan kekuatan militer Rusia terhadap Ukraina di Laut Azov dan Selat Kerch, sekutu NATO meminta Rusia untuk memastikan akses tanpa hambatan ke pelabuhan Ukraina dan memungkinkan kebebasan navigasi," terang pernyataan tersebut.

"Kami menegaskan kembali dukungan penuh kami untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dalam batas-batas dan perairan teritorial yang diakui secara internasional," sambungnya.

NATO mengatakan bahwa pihaknya mendukung Ukraina dan akan terus menyediakan dukungan politik dan praktis serta memantau situasi.

Sekutu pertahanan itu juga mengecam keras pencaplokan ilegal dan tidak sah Rusia atas Krimea dan mengatakan bahwa mereka itu tidak akan mengakui tindakan tersebut.

Rusia menyita dua kapal angkatan laut Ukraina dan sebuah kapal penarik angkatan laut bersama dengan 23 awak di Krimera pada Minggu, menuduh Kiev memasuki perairannya dan memprovokasi konflik.

Negara pimpinan Presiden Putin itu mengatakan kapal-kapal tersebut telah mengabaikan panggilan untuk berhenti ketika mereka bergerak dari Odessa ke Pelabuhan Mariupol.

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah terjadi sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea setelah sebuah referendum yang kontroversial. Ukraina juga menyalahkan Rusia atas kekerasan separatis di wilayah timur negaranya yang berada dekat perbatasan dengan Rusia. (anadolu)

No comments

Powered by Blogger.