Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

TNI Rebut Delapan Pucuk Senjata dari OPM, Operasi di Papua Terus Berlanjut

28 سبتمبر 2026 | سبتمبر 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T05:19:45Z

TNI Rebut Delapan Pucuk Senjata dari OPM, Operasi di Papua Terus Berlanjut



D'On, Jakarta - Operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua terus menunjukkan perkembangan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan, dalam rangkaian operasi tersebut, TNI berhasil merebut delapan pucuk senjata yang sebelumnya dikuasai kelompok OPM.


Informasi tersebut disampaikan Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9/2026), ketika dirinya memberikan keterangan mengenai perkembangan operasi TNI di Papua.


Menurut Agus, laporan mengenai keberhasilan penguasaan delapan pucuk senjata tersebut diterima dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan).


“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk,” kata Agus.


Keterangan tersebut menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam operasi TNI di Papua, terutama setelah adanya sejumlah insiden yang menyebabkan jatuhnya korban warga sipil.


Meski demikian, Agus belum menjelaskan secara rinci mengenai identitas pihak yang menjadi sasaran operasi maupun lokasi secara spesifik tempat delapan pucuk senjata tersebut berhasil diamankan.


Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya bersumber dari laporan yang diterima dari jajaran komando operasi di lapangan.


Salah Satu Senjata Disebut Pernah Direbut dari Satuan TNI


Dari delapan pucuk senjata yang disebut berhasil direbut, terdapat senjata jenis SS1 V1.


Agus menjelaskan, senjata tersebut sebelumnya berada dalam penguasaan kelompok OPM setelah direbut dari satuan TNI.


Penguasaan kembali senjata tersebut menjadi bagian dari hasil operasi penindakan yang tengah dilakukan TNI terhadap kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua.


Namun, hingga keterangan tersebut disampaikan, TNI belum membeberkan secara lengkap bagaimana proses perebutan seluruh senjata tersebut, termasuk lokasi dan kronologi masing-masing operasi.


Informasi mengenai delapan pucuk senjata ini juga muncul setelah adanya laporan kontak senjata antara personel TNI dan kelompok bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.


Empat Anggota OPM Dilaporkan Tewas dalam Kontak Senjata


Sebelumnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan empat anggota kelompok bersenjata tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.


Kontak senjata tersebut terjadi pada Jumat (25/9/2026).


Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyebut kelompok bersenjata yang terlibat dalam kontak senjata tersebut diduga merupakan kelompok yang disebut sebagai OPM Kodap VIII/Intan Jaya.


Kelompok tersebut, menurut keterangan TNI, dipimpin Daniel Aibon Kogoya.


Selain melaporkan empat anggota kelompok bersenjata tewas, personel TNI juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi kontak senjata.


Barang yang disebut berhasil diamankan antara lain satu pucuk senjata SS2 V1 dan satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon.


TNI juga melaporkan menemukan 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter serta satu magazen SS2 V1.


Tidak hanya persenjataan dan amunisi, sejumlah perlengkapan lain juga diamankan dari lokasi, di antaranya alat komunikasi, telepon seluler, serta perlengkapan lapangan lainnya.


Keterangan mengenai kontak senjata tersebut disampaikan Koops TNI Habema melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat (25/9/2026).


Operasi Masih Berlangsung


Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa operasi TNI terhadap kelompok bersenjata di Papua masih berlangsung dan mencakup upaya mengejar kelompok yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan.


Dalam keterangannya, Agus menyampaikan perkembangan operasi tersebut ketika ditanya mengenai tindak lanjut upaya TNI mengejar pihak yang diduga berada di balik sejumlah kejadian yang menewaskan warga sipil di Papua.


Meski demikian, Panglima TNI belum mengungkapkan secara terbuka identitas pihak yang telah diidentifikasi maupun detail lokasi operasi yang berkaitan dengan delapan pucuk senjata tersebut.


Rangkaian informasi mengenai keberhasilan merebut senjata dan kontak senjata di Intan Jaya menjadi bagian dari perkembangan situasi keamanan di Papua yang masih menjadi perhatian aparat.


TNI sendiri menyampaikan bahwa informasi mengenai operasi dan hasil penindakan di lapangan terus dilaporkan melalui rantai komando. Detail mengenai identitas kelompok, lokasi operasi, serta kronologi lengkap setiap penindakan masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang.


Dengan demikian, perkembangan operasi di Papua masih akan menjadi perhatian, terutama terkait upaya aparat mengamankan wilayah, mengejar kelompok bersenjata, serta mencegah berulangnya aksi kekerasan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat sipil.


(L6)


#TNI #OPM #Nasional

×
Berita Terbaru Update