
Smart Surau Bergerak, Masjid Kembali Ramai: Fadly Amran Pantau Program 3T Sekaligus Gaungkan HJK Padang ke-357
D'On, Padang – Suasana Masjid Darussakinah di Komplek Perumahan Filano, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Jumat (31/7/2026), tampak lebih semarak dari biasanya. Masjid yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Program Unggulan (Progul) Smart Surau itu dikunjungi langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam rangka monitoring implementasi Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) sekaligus menyosialisasikan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memastikan program pendidikan keagamaan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia berjalan sesuai target. Pada saat yang sama, sosialisasi HJK Padang juga digelar secara serentak di sekitar 1.100 masjid dan musala se-Kota Padang melalui keterlibatan para pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN).
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Padang Rafli Boy, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Padang Timur Aidil Zulhani, Pengurus Masjid Darussakinah Syamsudirman, serta Kepala MDT Darussakinah Yuli Ennefi.
Program 3T, Membangun Generasi Qurani yang Berkarakter
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran meninjau langsung pelaksanaan kurikulum MDTW/TQA berbasis 3T yang mulai diterapkan sejak 16 Juli 2026. Program tersebut diwajibkan bagi seluruh pelajar SMP dan MTs beragama Islam di Kota Padang sebagai bagian dari penguatan karakter melalui pendidikan Al-Qur'an.
Menurut Fadly, Program 3T tidak sekadar mengajarkan peserta didik membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga mendorong mereka memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Program ini kita laksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Kamis hingga Sabtu, mulai setelah Salat Magrib hingga Isya. Proses pembelajarannya dirancang dua arah sehingga anak-anak tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif berdiskusi dan memahami materi yang disampaikan," ujarnya.
Ia menegaskan, konsep pembelajaran interaktif menjadi pembeda utama program tersebut. Selain memperbaiki bacaan Al-Qur'an melalui tahsin, peserta didik juga dibimbing memahami isi kandungan Al-Qur'an melalui tafsir sederhana dan menguatkan hafalan melalui tahfiz.
Dengan pendekatan itu, Pemerintah Kota Padang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak mulia, dan mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Kemakmuran Masjid Menjadi Tujuan Besar
Fadly Amran menekankan bahwa keberhasilan Program Smart Surau tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak pengurus masjid dan musala, guru MDTW/TQA, orang tua, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan program tersebut agar benar-benar memberi dampak terhadap pembinaan generasi muda.
Menurutnya, masjid harus kembali menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak dan remaja. Dengan semakin banyaknya aktivitas positif di masjid, diharapkan lahir lingkungan sosial yang lebih religius dan harmonis.
HJK Padang ke-357 Usung Semangat Kota Gastronomi Dunia
Selain melakukan monitoring Program Smart Surau, Fadly juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak masyarakat menyukseskan Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang akan berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026.
Mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City", peringatan HJK tahun ini menjadi bagian dari langkah besar Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat posisi kota sebagai calon Kota Gastronomi Dunia dalam jejaring UNESCO.
Menurut Fadly, berbagai kegiatan akan dipusatkan di sejumlah ikon Kota Padang, seperti kawasan Kota Tua, Pantai Cimpago, Palinggam Sungai Batang Arau, Teluk Bayur, hingga Youth Center.
"Rangkaian kegiatan HJK akan dipusatkan di kawasan Kota Tua, Pantai Cimpago, Palinggam Sungai Batang Arau, Teluk Bayur, dan Youth Center. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan. Informasi lengkap dapat diakses melalui media sosial resmi dan kanal resmi Pemerintah Kota Padang," katanya.
Ia berharap momentum HJK tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun kota, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya, memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau kepada dunia, serta menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
MDT Darussakinah Rasakan Dampak Positif Program
Sementara itu, Kepala MDT Darussakinah, Yuli Ennefi, mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini memiliki 70 peserta didik yang dibimbing oleh tiga orang guru hasil seleksi Pemerintah Kota Padang.
Ia menilai Program Smart Surau membawa perubahan yang sangat nyata terhadap kehidupan masjid.
"Kami sangat bangga dengan adanya program ini karena mampu membangkitkan kemakmuran masjid. Gerakan yang digagas Bapak Wali Kota ini mendorong anak-anak semakin rajin ke masjid dan musala, dan akan menjadi generasi penerus yang mencintai Al-Qur'an," ungkapnya.
Menurut Yuli, meningkatnya kehadiran anak-anak di masjid menjadi indikator bahwa program tersebut mulai diterima masyarakat. Aktivitas keagamaan yang sebelumnya terbatas kini semakin hidup dengan hadirnya pembelajaran 3T secara rutin.
Menguatkan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban
Monitoring yang dilakukan Wali Kota Padang di Masjid Darussakinah tidak sekadar menjadi agenda evaluasi program, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Program Smart Surau yang dipadukan dengan semangat Hari Jadi Kota Padang ke-357, pemerintah berharap lahir generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi fondasi menuju masa depan Kota Padang yang religius, maju, dan mendunia.
(Mond)
#Daerah #Padang