
PUPR Padang Bergerak, Sejumlah Ruas Jalan Dipatching: Malvi Hendri Tegaskan Perbaikan Dilakukan Bertahap dan Berkelanjutan
D'On, Padang — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat pemeliharaan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Bukan sekadar mengejar pembangunan fisik baru, perhatian juga diarahkan pada kondisi jalan yang setiap hari menjadi tumpuan mobilitas masyarakat.
Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah pekerjaan patching atau penambalan pada titik-titik permukaan jalan yang mengalami kerusakan.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pemeliharaan jalan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara konsisten. Kerusakan yang muncul tidak bisa dibiarkan berlarut karena dapat mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan infrastruktur terus dilakukan untuk memberikan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Menjaga kualitas jalan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas PUPR Kota Padang,” kata Malvi, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, pemeliharaan jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan tersebut diperlukan karena kebutuhan penanganan jalan tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.
Salah satu lokasi yang mendapatkan penanganan berada di ruas Jalan Parak Karakah hingga kawasan Kompleks Filano, Kecamatan Padang Timur.
Pada ruas tersebut, pekerjaan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Penambalan dilakukan untuk memperbaiki bagian permukaan jalan sehingga kembali lebih layak dan nyaman dilalui kendaraan maupun masyarakat.
Penanganan serupa juga dilakukan di Jalan Evakuasi, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
Selain itu, Dinas PUPR juga melakukan pemeliharaan di Jalan Adinegoro, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.
Pengerjaan di sejumlah lokasi tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan jalan tidak dilakukan hanya pada satu kawasan, melainkan menyasar beberapa titik berdasarkan kebutuhan dan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Bukan Sekadar Menambal Jalan
Malvi menegaskan, pekerjaan patching tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas menutup lubang atau memperbaiki permukaan jalan yang rusak.
Lebih jauh, pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga umur layanan infrastruktur jalan agar tetap dapat digunakan masyarakat secara optimal.
“Penanganan dilakukan secara bertahap agar kondisi jalan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Setiap hari jalan digunakan untuk bekerja, bersekolah, berdagang, mengangkut barang, hingga menunjang berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.
Karena itu, ketika kondisi jalan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga dapat memengaruhi kelancaran aktivitas masyarakat secara keseluruhan.
“Pemeliharaan jalan tidak hanya berorientasi pada memperbaiki kerusakan. Yang lebih penting adalah memastikan jaringan jalan tetap berfungsi dengan baik dan mampu mendukung mobilitas masyarakat,” tegas Malvi.
Responsif terhadap Kondisi Lapangan
Dinas PUPR Kota Padang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur jalan. Penanganan dilakukan berdasarkan skala kebutuhan sehingga ruas-ruas yang memerlukan perbaikan dapat ditangani secara bertahap.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menjaga agar kerusakan jalan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Malvi mengatakan, keterbatasan waktu dan cakupan wilayah membuat seluruh penanganan tidak mungkin dilakukan secara bersamaan. Karena itu, diperlukan pemetaan dan penentuan prioritas berdasarkan kondisi lapangan.
“Pekerjaan pemeliharaan dilakukan secara bertahap agar kondisi jalan dapat terus terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas warga,” katanya.
Menurut Malvi, pola pemeliharaan berkelanjutan menjadi penting karena infrastruktur jalan memiliki siklus penggunaan dan membutuhkan perhatian secara berkala. Jalan yang telah dibangun pun tetap membutuhkan pemeliharaan agar kualitasnya tidak cepat menurun.
Menjaga Mobilitas, Mendukung Aktivitas Warga
Pemeliharaan jalan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang aspal dan permukaan jalan. Di balik pekerjaan tersebut terdapat kepentingan yang lebih besar, yakni memastikan masyarakat dapat bergerak dengan aman dan aktivitas perkotaan tetap berjalan.
Ruas Jalan Parak Karakah-Kompleks Filano, Jalan Evakuasi, serta Jalan Adinegoro merupakan bagian dari jaringan jalan yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya penanganan pada titik-titik yang mengalami kerusakan, pemerintah berharap kondisi jalan menjadi lebih nyaman sekaligus mampu mengurangi gangguan terhadap mobilitas warga.
Malvi menegaskan, Dinas PUPR tidak ingin pemeliharaan berhenti pada satu pekerjaan atau satu momentum saja. Perbaikan harus menjadi proses yang terus berjalan seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi infrastruktur.
“Melalui semangat Padang Rancak, Dinas PUPR Kota Padang terus bergerak melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap demi mewujudkan Kota Padang yang semakin nyaman, aman, dan tertata,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari seberapa banyak jalan yang dibangun, tetapi juga dari seberapa konsisten pemerintah menjaga jalan tersebut tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan pola pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Dinas PUPR Kota Padang berupaya memastikan jaringan jalan tetap menjadi penopang utama mobilitas masyarakat.
Bagi warga, jalan yang mulus mungkin terlihat sebagai persoalan sederhana. Namun bagi pemerintah, menjaga setiap ruas jalan tetap layak merupakan bagian penting dari pelayanan publik karena kualitas jalan berhubungan langsung dengan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran denyut kehidupan Kota Padang.
(Mond)
#Padang #Daerah #Infrastruktur