Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polisi Gerebek Dua Sarang Narkoba di Medan, Sembilan Pria Diamankan

25 أغسطس 2026 | أغسطس 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T16:43:10Z

Polisi Gerebek Dua Sarang Narkoba di Medan, Sembilan Pria Diamankan



D'On, MEDAN Peredaran narkotika di kawasan Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek dua lokasi yang diduga kuat menjadi titik peredaran sekaligus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.


Penggerebekan yang dilakukan secara serentak itu membuahkan hasil. Sebanyak sembilan pria diamankan, terdiri dari dua orang yang diduga berperan sebagai pengedar dan tujuh lainnya yang diduga sebagai pengguna.


Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas jual beli narkotika di kawasan tersebut.


Informasi itu tidak langsung ditindaklanjuti dengan penggerebekan. Polisi terlebih dahulu melakukan penyelidikan untuk memastikan adanya aktivitas peredaran narkotika sebelum menentukan langkah penindakan.


“Dua di antaranya diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, sedangkan tujuh lainnya diduga sebagai pengguna,” kata Rafli di Medan, Senin (24/8/2026).


Polisi Susun Strategi, Dua Lokasi Digerebek Bersamaan


Menurut Rafli, karakteristik dua lokasi yang menjadi sasaran penggerebekan cukup berbeda. Karena itu, polisi harus menyusun strategi agar para pelaku tidak sempat menghilangkan barang bukti ataupun melarikan diri.


Setelah aktivitas yang dicurigai dipastikan, seluruh perwira Satresnarkoba Polrestabes Medan bersama tim gabungan kemudian berpencar menuju dua lokasi tersebut.


“Dengan perhitungan yang matang, seluruh perwira Satresnarkoba Polrestabes Medan kemudian berpencar bersama tim gabungan untuk melakukan penggerebekan,” ujarnya.


Lokasi pertama berupa rumah kos. Bangunan tersebut memiliki sejumlah kamar di lantai dua, sementara bagian lantai satu diduga digunakan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas peredaran narkotika.


Sementara lokasi kedua berada di kawasan bantaran sungai.


Di lokasi inilah situasi sempat memanas. Ketika petugas melakukan penggerebekan, sejumlah orang yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke sungai.


Namun, aksi melarikan diri tersebut tidak membuat polisi menghentikan operasi. Petugas tetap melakukan penyisiran dan mengamankan orang-orang yang berhasil ditemukan di sekitar lokasi.


Dua Diduga Pengedar, Sabu Siap Edar Disita


Dari sembilan pria yang diamankan, polisi kemudian mengidentifikasi dua orang yang diduga memiliki peran lebih besar dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.


Keduanya masing-masing berinisial AR (37) dan AG (42), yang diketahui merupakan warga Jalan Mangkubumi.


Dari tangan AR, petugas menemukan empat paket sabu yang diduga telah disiapkan untuk diedarkan. Sementara dari AG, polisi kembali menemukan tiga paket sabu.


Dengan demikian, total terdapat tujuh paket sabu yang diamankan dalam penggerebekan dua lokasi tersebut.


Temuan itu menjadi bagian penting dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap lebih jauh dari mana narkotika tersebut diperoleh dan kepada siapa saja barang haram itu selama ini diedarkan.


Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam jaringan tersebut.


Tujuh Orang Diduga Pengguna


Selain dua orang yang diduga sebagai pengedar, tujuh pria lainnya turut diamankan.


Polisi menyebut ketujuhnya diduga sebagai pengguna narkotika. Mereka diketahui sebagian bekerja sebagai juru parkir dan sebagian lainnya merupakan buruh harian lepas.


“Untuk tujuh orang kami deteksi sebagai pengguna. Mereka ini umumnya berprofesi sebagai juru parkir dan beberapa berprofesi sebagai buruh harian lepas,” kata Rafli.


Keterangan tersebut menunjukkan bahwa dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan itu tidak hanya menyasar satu kelompok pekerjaan. Aktivitas tersebut diduga telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.


Meski demikian, status dan peran masing-masing orang yang diamankan tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, barang bukti, serta proses hukum yang dilakukan kepolisian.


Puluhan Alat Hisap hingga Kapak Diamankan


Penggerebekan tersebut tidak hanya menghasilkan tujuh paket sabu. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika.


Di antaranya puluhan alat hisap, puluhan plastik klip, sejumlah uang, serta sebilah kapak.


Kapak tersebut diduga disiapkan untuk menghadapi atau menyerang petugas apabila terjadi penggerebekan.


Temuan itu semakin memperkuat perhatian polisi terhadap kawasan tersebut. Sebab, selain diduga menjadi lokasi transaksi narkotika, tempat tersebut juga diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika secara bersama-sama.


Polisi Bongkar Lapak yang Diduga Jadi Tempat Transaksi


Usai mengamankan para terduga pelaku, polisi tidak berhenti pada penangkapan. Petugas kemudian membongkar sejumlah tempat yang diduga selama ini digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkotika.


Sejumlah fasilitas sederhana yang diduga mendukung aktivitas tersebut turut dihancurkan.


Tempat duduk, meja hingga triplek yang digunakan sebagai penutup lapak dibongkar dan kemudian dibakar.


Langkah tersebut menjadi sinyal tegas bahwa kepolisian tidak ingin kawasan yang telah ditindak kembali digunakan sebagai titik peredaran narkotika.


Polisi Tegaskan Tidak Berhenti pada Penggerebekan


Rafli menegaskan, kawasan Jalan Mangkubumi akan tetap menjadi perhatian jajaran Satresnarkoba Polrestabes Medan.


Pengawasan akan terus dilakukan. Jika kembali ditemukan aktivitas peredaran ataupun penyalahgunaan narkotika, polisi memastikan penindakan akan dilakukan kembali.


Pesan yang ingin ditegaskan polisi jelas: penggerebekan bukan sekadar operasi sesaat, tetapi bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran narkotika yang diduga berkembang di kawasan permukiman.


Masyarakat juga diharapkan tidak tinggal diam. Informasi mengenai aktivitas mencurigakan menjadi salah satu pintu penting bagi aparat untuk mengungkap jaringan narkotika.


Penggerebekan dua lokasi di Jalan Mangkubumi sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan dapat berubah menjadi titik rawan ketika transaksi dan penyalahgunaan narkotika dibiarkan berkembang.


Kini, sembilan pria telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti sabu dan sejumlah perlengkapan yang ditemukan juga menjadi bagian dari proses penyidikan.


Bagi polisi, operasi tersebut belum menjadi garis akhir. Justru dari tujuh paket sabu, puluhan alat hisap dan sejumlah barang bukti lainnya, penyidik memiliki pekerjaan berikutnya: membongkar siapa pemasoknya, bagaimana narkotika itu beredar, dan seberapa luas jaringan yang beroperasi di kawasan tersebut.


Sementara bagi masyarakat, penggerebekan itu menjadi peringatan keras bahwa perang terhadap narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan. Pengawasan lingkungan dan keberanian masyarakat melaporkan dugaan aktivitas narkotika menjadi bagian penting untuk memutus peredaran barang haram tersebut sejak dari tingkat paling bawah.


(L6)


#Narkoba #Hukum

×
Berita Terbaru Update