Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menembus Pelosok Nagari, Ekspedisi Andalas Bawa Harapan Baru: Layanan Kesehatan Gratis hingga Edukasi Penggunaan Obat di Muaro Sungai Lolo

02 أغسطس 2026 | أغسطس 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T09:08:55Z

Menembus Pelosok Nagari, Ekspedisi Andalas Bawa Harapan Baru: Layanan Kesehatan Gratis hingga Edukasi Penggunaan Obat di Muaro Sungai Lolo



D'On, Sumatera Barat  Jarak yang jauh dan medan yang tidak selalu mudah bukan menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berbekal semangat pengabdian, Tim Ekspedisi Andalas kembali menembus pelosok Nagari Muaro Sungai Lolo dengan membawa misi kemanusiaan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (Medical Check Up) serta edukasi kesehatan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.


Program ini tidak sekadar menghadirkan layanan medis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. Kehadiran para mahasiswa bersama tenaga kesehatan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata hingga ke daerah yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan.


Pada Rabu, 8 Juli 2026, Los Pasar Lama Jorong Muaro berubah menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Sejak pagi, warga dari berbagai usia berdatangan dengan penuh antusias. Mereka disambut hangat oleh Tim Ekspedisi Andalas, Bidan Desa Rini, serta kader Posyandu yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.


Suasana yang awalnya dipenuhi rasa penasaran berubah menjadi penuh keakraban. Mahasiswa dan tenaga kesehatan berbaur dengan masyarakat, berdialog langsung mengenai berbagai persoalan kesehatan yang selama ini mereka hadapi.


Sebelum pemeriksaan kesehatan dimulai, masyarakat terlebih dahulu mengikuti sesi edukasi yang dikemas secara komunikatif dan mudah dipahami. Dalam sesi ini, Tim Ekspedisi Andalas mengangkat dua materi penting yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


Materi pertama adalah DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih bijak dalam memperoleh obat, menggunakan sesuai aturan, menyimpan pada tempat yang tepat, hingga membuang obat kedaluwarsa secara aman sehingga tidak membahayakan kesehatan maupun lingkungan.


Tak sedikit peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa penyimpanan obat yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitasnya, bahkan berpotensi menimbulkan risiko bagi anggota keluarga.


Materi kedua membahas pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tim memberikan pemahaman mengenai manfaat kepesertaan JKN, prosedur memperoleh layanan kesehatan, serta pentingnya memiliki perlindungan kesehatan sejak dini. Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai berbagai kendala yang mereka alami selama mengakses layanan kesehatan.


Di sisi lain lokasi kegiatan, Posyandu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Suara tawa balita berpadu dengan aktivitas penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Para ibu juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan kesehatan anak secara berkala sebagai upaya mencegah stunting sejak dini.


Setelah sesi edukasi selesai, pelayanan pemeriksaan kesehatan langsung dibuka. Antrean warga terus berdatangan untuk memanfaatkan layanan yang tersedia. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, pemeriksaan kadar gula darah, hingga pengecekan kolesterol.


Setiap peserta tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, tetapi juga menerima konsultasi langsung mengenai kondisi kesehatannya. Warga yang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah, maupun kolesterol yang melebihi batas normal diberikan penjelasan mengenai pola makan, aktivitas fisik, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar kondisinya tidak semakin memburuk.


Sebagai bentuk tindak lanjut pelayanan, Bidan Desa Rini bersama panitia menyerahkan obat-obatan dan vitamin yang disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing warga. Pendekatan yang bersifat personal ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kesehatannya.


Semangat pengabdian itu kemudian berlanjut ke Jorong Sungai Lolo pada Jumat, 10 Juli 2026. Sejak pagi, masyarakat telah memenuhi lokasi kegiatan. Antusiasme warga terlihat semakin tinggi. Tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, mereka juga aktif berdiskusi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit tidak menular, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.


Kegiatan di Jorong Sungai Lolo menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan masih sangat besar. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan.


Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Andalas berharap mampu menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah nagari, bidan desa, serta kader Posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah pelosok.


"Kesehatan adalah hak setiap warga, tanpa memandang seberapa jauh jarak yang harus ditempuh untuk mendapatkannya. Kolaborasi antara Tim Ekspedisi Andalas, bidan desa, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif agar masyarakat Nagari Muaro Sungai Lolo semakin mandiri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya."


Ekspedisi Andalas membuktikan bahwa pengabdian tidak berhenti pada pelayanan sesaat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi investasi sosial yang menanamkan pengetahuan, membangun kesadaran, serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.


(Mond)


#SumateraBarat #UniversitasAndalas 

×
Berita Terbaru Update