Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Ekstrem Lumpuhkan Seluruh Intake Perumda Air Minum Kota Padang, Direktur Utama Imbau Pelanggan Tampung Air dan Tetap Waspada

03 أغسطس 2026 | أغسطس 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T09:50:06Z

Hujan Ekstrem Lumpuhkan Seluruh Intake Perumda Air Minum Kota Padang, Direktur Utama Imbau Pelanggan Tampung Air dan Tetap Waspada



D'On, Padang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Minggu malam (2/8) hingga Senin (3/8) membawa dampak serius terhadap layanan air bersih di Kota Padang. Tingginya curah hujan menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan membawa lumpur, pasir, bebatuan, kayu, serta berbagai material lainnya yang mengakibatkan seluruh intake atau pintu pengambilan air baku milik Perumda Air Minum Kota Padang tidak dapat beroperasi.


Kondisi air sungai yang berubah menjadi sangat keruh membuat seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak lagi mampu mengolah air baku sesuai standar kualitas yang ditetapkan. Demi menjaga mutu air yang didistribusikan kepada masyarakat, Perumda Air Minum Kota Padang mengambil keputusan menghentikan sementara operasional seluruh intake hingga kondisi sungai kembali normal.


Penghentian produksi tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air bersih di berbagai wilayah Kota Padang. Sejumlah pelanggan mengalami penurunan tekanan air, bahkan penghentian aliran sementara, terutama pada kawasan yang berada di ujung jaringan distribusi.


Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan air sungai telah berada di luar batas kemampuan instalasi pengolahan.


"Material yang terbawa arus sangat banyak sehingga air baku tidak bisa diolah. Karena itu seluruh intake kami hentikan sementara. Keputusan ini diambil agar kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjamin dan memenuhi standar kesehatan," jelasnya.


Meski produksi air dihentikan, seluruh personel teknis tetap bersiaga selama 24 jam di seluruh titik intake. Mereka terus memantau perkembangan cuaca, debit sungai, serta tingkat kekeruhan air. Begitu hujan reda dan kondisi sungai membaik, petugas akan segera membersihkan endapan lumpur dan material yang menutup saluran pengambilan air agar proses produksi dapat kembali dilakukan secara bertahap.


Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan dampak cuaca ekstrem yang berada di luar kendali perusahaan. Meski demikian, seluruh jajaran Perumda terus bekerja maksimal agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih.


"Kami memahami gangguan distribusi air ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Atas nama manajemen Perumda Air Minum Kota Padang, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan. Keselamatan dan kualitas air tetap menjadi prioritas utama kami, sehingga produksi tidak mungkin dipaksakan ketika kondisi air baku tidak memenuhi syarat untuk diolah," ujar Hendra.


Ia menegaskan bahwa seluruh tim teknis terus berada di lapangan untuk mempercepat proses pemulihan begitu kondisi alam memungkinkan.


"Kami tidak tinggal diam. Seluruh personel terus memantau kondisi intake dan sungai. Begitu tingkat kekeruhan air menurun dan material yang menyumbat berhasil dibersihkan, seluruh instalasi akan segera dioperasikan kembali secara bertahap hingga pelayanan kembali normal," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Hendra mengimbau seluruh pelanggan agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Ia meminta masyarakat memanfaatkan air yang masih mengalir dengan bijaksana dan segera menampung air sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Kami mengimbau seluruh pelanggan agar tetap waspada menghadapi kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Selama distribusi air masih berlangsung, manfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung air secukupnya sebagai cadangan. Gunakan air secara hemat dan prioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan sanitasi," imbaunya.


Menurut Hendra, langkah tersebut sangat penting sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi cuaca kembali memburuk dan proses produksi air harus menyesuaikan dengan situasi di lapangan.


"Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap melakukan langkah antisipatif. Menyediakan cadangan air di rumah merupakan upaya yang sangat membantu selama proses pemulihan berlangsung. Kami berkomitmen mengembalikan pelayanan secepat mungkin setelah kondisi sungai kembali stabil," tegasnya.


Perumda Air Minum Kota Padang juga memastikan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kondisi produksi dan distribusi air melalui saluran informasi resmi perusahaan agar pelanggan memperoleh informasi yang akurat.


Cuaca ekstrem kali ini menjadi pengingat bahwa tingginya curah hujan tidak hanya berpotensi menimbulkan banjir dan longsor, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan pelayanan air bersih. Selama sungai masih dipenuhi lumpur dan material bawaan arus, proses pengolahan air tidak dapat dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, pemulihan distribusi air bersih sangat bergantung pada membaiknya kondisi alam.


Perumda Air Minum Kota Padang berharap cuaca segera membaik sehingga seluruh instalasi pengolahan air dapat kembali beroperasi normal dan pelayanan kepada masyarakat dapat dipulihkan secepat mungkin.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah #Banjir #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update