Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Emas Dimulai dari Piring Makan: Ekspedisi Andalas 2026 Bangun Gerakan Lawan Stunting di Muaro Sungai Lolo

05 أغسطس 2026 | أغسطس 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T05:44:31Z

Generasi Emas Dimulai dari Piring Makan: Ekspedisi Andalas 2026 Bangun Gerakan Lawan Stunting di Muaro Sungai Lolo



D'On, Sumatera Barat - Masa depan sebuah nagari tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, jembatan, atau gedung-gedung megah. Masa depan sejatinya dibangun dari anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. Berangkat dari keyakinan itulah, Tim Ekspedisi Andalas 2026 menghadirkan gerakan edukasi gizi dan pencegahan stunting yang menyentuh langsung hati masyarakat Nagari Muaro Sungai Lolo.


Mengusung tema "Memupuk Tumbuh Optimal: Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting bagi Masa Depan Nagari," tim tidak sekadar menyampaikan materi kesehatan. Mereka membangun kesadaran kolektif bahwa mencegah stunting adalah investasi terbesar untuk melahirkan generasi unggul yang kelak akan menentukan arah pembangunan nagari.


Pendekatan yang digunakan pun berbeda. Tidak ada sekat antara pemateri dan masyarakat. Edukasi dikemas secara hangat, komunikatif, dan menyenangkan sehingga pesan-pesan penting mengenai gizi mudah dipahami sekaligus membekas dalam ingatan.


Rabu malam (8/7/2026), selepas salat Isya berjamaah, Masjid di Jorong Sungai Lolo berubah menjadi ruang belajar bersama. Warga dari berbagai kalangan memenuhi ruangan, mulai dari para ustaz, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu dan kepala keluarga yang ingin mengetahui bagaimana cara melindungi anak-anak mereka dari ancaman stunting.


Dipandu moderator Akhbar Wahyu Andika, pemateri Hilyatul Aulia mengajak masyarakat memahami bahwa stunting bukan sekadar persoalan tubuh anak yang pendek. Dampaknya jauh lebih luas, mulai dari terganggunya perkembangan otak, menurunnya kemampuan belajar, hingga berkurangnya produktivitas ketika anak memasuki usia dewasa.


Melalui penyampaian yang sederhana namun sarat makna, peserta diajak memahami bahwa pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan. Kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi dengan baik, bayi perlu mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi, pola pengasuhan yang tepat, serta lingkungan yang bersih dan sehat.


Diskusi berlangsung hidup. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga hingga pentingnya menjaga sanitasi agar anak terhindar dari penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan.


Semangat yang sama berlanjut keesokan harinya di Jorong Muaro. Namun kali ini, suasana berubah menjadi penuh tawa dan keceriaan.


Di Los Baru Jorong Muaro, Kamis pagi (9/7/2026), puluhan anak berkumpul mengikuti kegiatan edukasi gizi yang dirancang khusus sesuai dunia mereka. Tidak ada ceramah panjang ataupun istilah medis yang rumit. Sebaliknya, Tim Ekspedisi Andalas 2026 mengajak anak-anak belajar melalui cerita, permainan, lagu, dan kreativitas.


Dengan penuh semangat, pemateri mengibaratkan tubuh manusia sebagai sebuah mobil balap.


"Kalau mobil balap ingin menjadi juara, tidak cukup hanya diisi bensin. Semua komponennya harus berkualitas. Begitu juga tubuh kita. Agar tumbuh sehat, kuat, dan pintar, kita harus memberi tubuh makanan yang bergizi," ujar pemateri yang langsung disambut sorak antusias anak-anak.


Perumpamaan sederhana itu membuat konsep gizi seimbang menjadi mudah dipahami. Anak-anak pun diajak mengenali manfaat sayur, buah, protein, susu, serta pentingnya menjaga kebersihan diri melalui kegiatan bernyanyi bersama, permainan edukatif, dan lomba mewarnai yang berlangsung meriah.


Gelak tawa yang memenuhi lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa belajar mengenai kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Di balik setiap lagu yang dinyanyikan dan setiap gambar yang diwarnai, terselip pesan besar tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.


Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya memerangi stunting tidak cukup dilakukan oleh tenaga kesehatan semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sebagai generasi penerus.


Melalui edukasi yang menyentuh semua lapisan usia, Tim Ekspedisi Andalas 2026 berharap lahir perubahan pola pikir bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar memenuhi rasa kenyang, melainkan memenuhi hak setiap anak untuk tumbuh optimal.


Di Nagari Muaro Sungai Lolo, langkah kecil itu kini telah dimulai. Dari ruang sederhana di masjid hingga riuh tawa anak-anak di Los Baru, benih-benih kesadaran terus ditanam. Sebab, masa depan nagari tidak hanya dibangun hari ini, tetapi dipersiapkan melalui generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.


(Mond)


#Pendidikan #SumateraBarat #UniversitasAndalas

×
Berita Terbaru Update