
Dari Padang Menuju Dunia, 13 Anak Muda Dilepas Ikuti Program Kerja ke Jepang dan Turki
D'On, Padang — Jalan menuju masa depan tidak selalu harus dimulai dari pekerjaan yang tersedia di dalam kota. Bagi 13 anak muda asal Padang, langkah menuju masa depan itu justru dimulai dari ruang pelatihan, kemudian berlanjut ke Jepang dan Turki.
Semangat tersebut terasa dalam acara penutupan Program Pelatihan Kursus Privat Magang ke Jepang sekaligus pelepasan Program Padang Juara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Kerja ke Turki, yang digelar di HW Hotel, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan LKP Proklamator Padang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang itu menjadi momentum penting bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang memasuki dunia kerja internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy, Direktur LKP Proklamator Padang Yeni Fujii, serta perwakilan BP3MI Sumatera Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Sumatera Barat, dan Dinas Pendidikan Kota Padang.
Sebanyak 10 peserta program pelatihan bahasa Jepang akan melanjutkan perjalanan untuk mengikuti program magang di Jepang. Sementara itu, tiga peserta lainnya diberangkatkan melalui Program Padang Juara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Kerja ke Turki.
Bagi Pemerintah Kota Padang, keberangkatan tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan. Program ini dipandang sebagai salah satu cara konkret untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja global.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan LKP Proklamator sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, terutama dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas generasi muda.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan tidak cukup hanya dijawab dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat, khususnya anak muda, memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ketersediaan lapangan pekerjaan tidak akan selalu seimbang dengan jumlah pencari kerja. Karena itu, Pemerintah Kota Padang perlu terus membuka berbagai peluang melalui pelatihan, baik di sektor formal maupun informal,” ujar Fadly.
Ia mengungkapkan, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius. Tingkat pengangguran di Kota Padang disebut masih berada di angka hampir 9 persen.
“Program ini hadir untuk membantu generasi muda. Ini penting karena Kota Padang masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan, dengan tingkat pengangguran yang hampir mencapai 9 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota terus kita dorong agar semakin meningkat,” katanya.
Karena itu, Fadly mendorong LKP Proklamator agar memperluas program pelatihan sehingga semakin banyak generasi muda Padang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk di luar negeri.
“Kami mendorong LKP Proklamator untuk melakukan pelatihan lebih banyak lagi. Pemerintah Kota Padang akan memberikan dukungan, sehingga semakin banyak anak-anak kita yang bisa bekerja di luar negeri dan mengubah nasib keluarganya,” tegasnya.
Menurut Fadly, kesempatan bekerja di luar negeri juga dapat menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta dapat mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta mengenal budaya kerja yang berbeda.
Di sisi lain, Direktur LKP Proklamator Padang Yeni Fujii menjelaskan, para peserta yang diberangkatkan telah dipersiapkan melalui program pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang akan mereka jalani.
Untuk peserta program Jepang, pelatihan bahasa menjadi salah satu bekal penting sebelum mereka memasuki lingkungan kerja dan magang di negara tersebut.
Sementara peserta yang menuju Turki mendapatkan pembekalan bahasa Inggris melalui Program Padang Juara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Kerja.
“Mereka yang akan kita berangkat ini akan ditempatkan pada sejumlah bidang pekerjaan, di antaranya konstruksi, pengolahan makanan, dan perawatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan ini,” ujar Yeni.
Keberangkatan 13 peserta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelatihan kerja dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Tidak berhenti pada Jepang dan Turki, LKP Proklamator juga memperkenalkan Malaysia-Based Learning Program sebagai program baru. Kehadiran program tersebut diharapkan semakin memperluas pilihan bagi generasi muda yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus mendapatkan pengalaman di lingkungan internasional.
Pemerintah Kota Padang pun melihat kolaborasi antara lembaga pelatihan, pemerintah, dan berbagai instansi terkait sebagai bagian penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kuat.
Dengan keterampilan yang semakin baik, akses informasi yang lebih luas, serta kesempatan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, para peserta diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas dirinya sendiri, tetapi juga membawa perubahan positif bagi keluarga ketika kembali atau melanjutkan kariernya.
Dari Padang, 13 anak muda hari ini membawa bekal lebih dari sekadar sertifikat pelatihan. Mereka membawa bahasa, keterampilan, keberanian, dan kesempatan untuk menatap dunia kerja yang lebih luas.
Jepang dan Turki menjadi tujuan awal. Namun bagi Pemerintah Kota Padang, perjalanan sesungguhnya adalah bagaimana semakin banyak anak muda mampu keluar dari keterbatasan, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan pada akhirnya mengubah masa depan keluarganya melalui kompetensi yang mereka miliki.
(Mond)
#Daerah #Padang