Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Langkah-Langkah Kecil Menuju Masa Depan: Air Mata Haru Bupati Annisa Menyambut Lahirnya Harapan Baru di Sekolah Rakyat Dharmasraya

31 يوليو 2026 | يوليو 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T16:06:27Z

Langkah-Langkah Kecil Menuju Masa Depan: Air Mata Haru Bupati Annisa Menyambut Lahirnya Harapan Baru di Sekolah Rakyat Dharmasraya



D'On, Dharmasraya Pagi itu, halaman Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya di Pulau Sawah, Sungai Kambut, dipenuhi wajah-wajah muda yang menyimpan mimpi. Sebanyak 390 siswa berdiri rapi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk pertama kalinya, Jumat (31/7/2026). Di antara riuh suara para pelajar yang masih canggung, ada satu sosok yang berkali-kali mengusap mata—Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.


Tatapannya tak sekadar melihat barisan siswa. Ia sedang menyaksikan sebuah mimpi yang selama berbulan-bulan diperjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.


Bagi Annisa, hari itu bukan sekadar seremoni pembukaan tahun ajaran. Lebih dari itu, ia melihat sejarah baru sedang ditulis di Dharmasraya. Langkah-langkah kecil para siswa yang memasuki gerbang sekolah menjadi simbol lahirnya kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengubah nasib melalui pendidikan.

 

"Saya melihat langkah-langkah kecil anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh," ucap Annisa dengan mata yang berkaca-kaca.


Dari Hamparan Tanah Menjadi Kawasan Pendidikan Bernilai Ratusan Miliar


Sulit dipercaya, kawasan yang kini berdiri megah dengan gedung sekolah, asrama, ruang belajar, fasilitas olahraga, hingga sarana penunjang lainnya, dua bulan lalu hanyalah hamparan tanah kosong.


Kini, kawasan itu menjelma menjadi kompleks pendidikan modern yang dibangun dengan nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.


Transformasi luar biasa tersebut bukan terjadi begitu saja.


Di balik berdirinya bangunan megah itu tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, lobi, kerja keras, dan keyakinan bahwa anak-anak Dharmasraya pantas memperoleh kesempatan yang sama dengan anak-anak di daerah lain.


Perjuangan yang Tidak Terlihat Publik


Di balik senyum yang terpancar saat menyambut para siswa, Annisa mengaku masih mengingat jelas perjalanan panjang yang harus dilalui.


Ada malam-malam yang dihabiskan menyusun proposal hingga larut. Ada rapat yang berlangsung tanpa mengenal waktu. Ada perjalanan berulang kali ke Jakarta demi meyakinkan pemerintah pusat bahwa Dharmasraya layak menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.


Perjuangan itu bahkan tidak berhenti di satu kementerian.


Pemerintah Kabupaten Dharmasraya harus membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Sosial sebagai pelaksana program sekaligus Kementerian Pekerjaan Umum, karena lahan yang dipilih merupakan aset Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang membutuhkan penyelesaian administrasi lintas kementerian.


Setiap tahapan membutuhkan kesabaran, koordinasi, dan komitmen yang kuat.


Semua itu akhirnya terbayar ketika pemerintah pusat menetapkan Dharmasraya sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi.


Pendidikan sebagai Jalan Memutus Mata Rantai Kemiskinan


Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat paling rentan.


Di Dharmasraya, sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Seluruh proses penerimaan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel sehingga benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.


Tahun ajaran perdana mencatat sebanyak 390 siswa diterima, terdiri dari:

  • 268 siswa asal Kabupaten Dharmasraya;
  • 60 siswa dari Kabupaten Solok;
  • 60 siswa dari Kota Padang;
  • 1 siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman;
  • 1 siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi.


Mereka akan menjalani pendidikan berasrama dengan berbagai fasilitas penunjang yang diharapkan mampu membentuk karakter, disiplin, serta meningkatkan kualitas akademik.


Ucapan Terima Kasih kepada Presiden


Dalam kesempatan itu, Annisa menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.


Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi besar negara terhadap masa depan generasi Indonesia.

 

"Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2," katanya.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan sekolah tersebut.


Mahyeldi: Dari Sekolah Ini Akan Lahir Generasi Hebat


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang turut hadir dalam pembukaan MPLS menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah besar pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.


Ia optimistis Sumatera Barat yang selama ini dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan tokoh bangsa akan kembali mencetak generasi unggul dari sekolah tersebut.

 

"Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI," ujarnya.


Mahyeldi bahkan menyebut program tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.


Menurutnya, membantu masyarakat miskin melalui pendidikan merupakan keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

 

"Berdosa kita kalau tidak mendukung program ini," tegasnya.


Harapan Baru dari Dharmasraya


Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 turut dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, pejabat kementerian, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga ratusan orang tua siswa.


Namun, di balik panjangnya daftar tamu undangan, perhatian tertuju pada para siswa yang memasuki gerbang sekolah dengan wajah penuh rasa ingin tahu.


Mereka datang membawa mimpi sederhana: ingin belajar, ingin berhasil, dan suatu hari nanti mengangkat derajat keluarganya.


Bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, berdirinya Sekolah Rakyat bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Justru inilah titik awal membangun generasi yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berdaya saing.


Hari itu, langkah-langkah kecil 390 anak menjadi penanda bahwa harapan tidak lagi sekadar wacana.


Ia telah menjelma menjadi ruang kelas, asrama, buku-buku pelajaran, para guru, dan masa depan yang kini terbuka lebih lebar.


Di Pulau Sawah, Sungai Kambut, sejarah itu telah dimulai. Dan dari sekolah yang lahir di atas semangat gotong royong serta keberpihakan kepada masyarakat kecil, Dharmasraya menitipkan harapan bahwa suatu hari nanti, dari tempat inilah akan lahir pemimpin, ilmuwan, pendidik, dokter, pengusaha, dan tokoh-tokoh bangsa yang mengubah wajah Indonesia.


(Papa Juan)


#Daerah #KabupatenDharmasraya #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update