Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejar 100 Persen KIA, Wali Kota Padang Luncurkan Layanan Jemput Bola: Fondasi One Big Data dan Smart City Dimulai dari Sekolah

29 يوليو 2026 | يوليو 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T12:56:44Z

Kejar 100 Persen KIA, Wali Kota Padang Luncurkan Layanan Jemput Bola: Fondasi One Big Data dan Smart City Dimulai dari Sekolah




D'On, Padang Pemerintah Kota Padang terus memperkuat fondasi transformasi digital melalui pembenahan administrasi kependudukan. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan dengan peluncuran Layanan Jemput Bola Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yang dipusatkan di Lapangan Olahraga SMPN 28 Padang, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Rabu (29/7/2026).


Peluncuran layanan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang mengenai pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak.


Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Disdukcapil Provinsi Sumatera Barat Besri Rahmad, Kepala Disdukcapil Kota Padang Ances Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala SMPN 28 Padang Zumfiardi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Sekolah Jadi Garda Terdepan Membangun Smart City


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa program jemput bola KIA bukan sekadar pelayanan administrasi, melainkan bagian dari strategi besar membangun Kota Padang sebagai Smart City yang ditopang oleh sistem data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.


Menurutnya, transformasi digital tidak akan berjalan maksimal apabila pemerintah tidak memiliki basis data penduduk yang lengkap dan berkualitas.


"Kita ingin pendidikan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Smart City seperti yang sudah kita lakukan dalam Program Unggulan Smart Surau. Tanpa didukung data yang mumpuni, hal tersebut tidak akan pernah terwujud," ujar Fadly Amran.


Ia menjelaskan bahwa sekolah menjadi lokasi paling efektif untuk mempercepat pendataan anak-anak usia sekolah yang hingga kini belum memiliki KIA. Melalui kolaborasi antara Disdukcapil dan Dinas Pendidikan, pemerintah berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh identitas kependudukan secara cepat tanpa harus datang ke kantor pelayanan.


One Big Data Jadi Target Besar Pemko Padang


Fadly Amran mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang saat ini tengah membangun konsep One Big Data, yaitu sistem data terpadu yang menjadi dasar seluruh pelayanan publik dan kebijakan pembangunan.


Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mempercepat kepemilikan KIA maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD).


"Kita saat ini sedang berjuang membangun konsep One Big Data. Saya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menyelesaikan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Padang," tegasnya.


Menurut Fadly, data kependudukan yang valid akan memudahkan pemerintah dalam merancang berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga pelayanan publik berbasis digital.


Masih Ada Hampir 80 Ribu Anak Belum Memiliki KIA


Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Padang Ances Kurniawan memaparkan kondisi terkini administrasi kependudukan di Kota Padang.


Berdasarkan Data Kependudukan Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Kota Padang mencapai 961.910 jiwa, terdiri dari 480.190 laki-laki dan 481.720 perempuan.


Untuk kepemilikan KTP elektronik, capaian Kota Padang sudah sangat tinggi, yakni 680.270 orang atau 99,16 persen dari total penduduk wajib KTP.


Namun, pada kepemilikan Kartu Identitas Anak, capaian tersebut masih perlu digenjot.


Dari sekitar 266.000 anak yang wajib memiliki KIA, baru 186.200 anak atau sekitar 70 persen yang telah memiliki kartu identitas tersebut. Artinya, masih terdapat sekitar 79.800 anak atau 30 persen yang belum memiliki KIA.


Data tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Padang meluncurkan layanan jemput bola agar proses penerbitan KIA dapat menjangkau sekolah-sekolah secara langsung tanpa membebani masyarakat.


Bukan Sekadar Kartu, KIA Membuka Akses Berbagai Layanan


Ances Kurniawan menegaskan bahwa Kartu Identitas Anak memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar dokumen administrasi.


Menurutnya, KIA merupakan identitas resmi anak yang menjadi pintu masuk dalam memperoleh berbagai layanan publik, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, perbankan hingga perlindungan anak.


Keberadaan KIA juga akan memperkuat akurasi data pemerintah sehingga seluruh program bantuan maupun pelayanan dapat diberikan secara tepat sasaran.


Target Akhir Tahun: Seluruh Anak Padang Miliki KIA


Disdukcapil Kota Padang optimistis target kepemilikan KIA dapat dituntaskan sebelum akhir tahun 2026.


Untuk mewujudkannya, strategi jemput bola akan terus diperluas ke berbagai sekolah melalui sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


"Kita menargetkan menjelang akhir tahun ini capaian KIA di Kota Padang sudah mencapai 100 persen. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan sebagai bagian dari Program Unggulan Padang Melayani," ujar Ances Kurniawan.


Dengan dimulainya layanan jemput bola tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam kepemilikan identitas resmi. Di saat yang sama, langkah ini menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem pemerintahan digital berbasis One Big Data, sehingga pelayanan publik dapat berlangsung lebih cepat, tepat, inklusif, dan terintegrasi bagi seluruh masyarakat Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah #KIA

×
Berita Terbaru Update