![]() |
| UKK Direksi PDAM Batusangkar Digelar di UNP: 12 Kandidat Lolos, Isu “Titipan Politik” Makin Nyaring |
D'On, Batusangkar — Seleksi Direksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Alami Batusangkar memasuki fase krusial. Sebanyak 12 kandidat dinyatakan lolos administrasi dan akan bertarung dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pada 5–6 Mei 2026 di lingkungan Universitas Negeri Padang.
Namun, di balik proses yang disebut berjalan “sesuai prosedur”, aroma tak sedap mulai menyeruak. Isu “titipan politik” kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat publik menguji sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas seleksi.
Ketua Panitia Seleksi, Ten Feri, memastikan tahapan UKK menjadi pintu penyaring utama sebelum penentuan direksi definitif.
“Sudah masuk tahap UKK, pelaksanaannya di kampus UNP Padang,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Publik Mengawasi, Kepercayaan Dipertaruhkan
Jabatan direksi PDAM bukan sekadar posisi administratif. Ini adalah kursi panas yang menentukan kualitas layanan air bersih, kesehatan keuangan BUMD, hingga wajah tata kelola pemerintahan daerah.
Tak heran, publik kini menaruh perhatian tajam. Kecurigaan terhadap potensi intervensi politik bukan tanpa alasan rekam jejak masa lalu masih membekas.
Tokoh masyarakat Tanah Datar, Basrizal Dt Rangkayo Basa, secara terbuka mengingatkan agar seleksi kali ini tidak kembali terjebak dalam praktik lama.
“Ini ujian bagi bupati. Jangan lagi dikuasai lingkaran orang dekat. Jangan sampai PDAM bernasib seperti Perumda Tuah Sepakat,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan sekadar kritik, tapi alarm keras. Publik menilai, jika jabatan strategis seperti direksi PDAM diisi bukan karena kompetensi, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dari air yang tak mengalir hingga keuangan perusahaan yang amburadul.
Bukan Ajang Coba Peruntungan
Basrizal juga menyoroti fenomena kandidat yang diduga “nekat maju” hanya bermodal kedekatan, bukan kapasitas.
“Jangan jadikan ini ajang coba peruntungan. Ini bukan posisi coba-coba. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Menurutnya, PDAM Tirta Alami saat ini menghadapi persoalan kompleks: distribusi air yang belum optimal, efisiensi yang dipertanyakan, hingga tantangan finansial yang nyata. Semua itu menuntut sosok direksi yang bukan hanya pintar di atas kertas, tapi juga matang dalam pengalaman dan paham kondisi sosial masyarakat Tanah Datar.
UNP Jadi Benteng Objektivitas, atau Sekadar Formalitas?
Pelaksanaan UKK di lembaga akademik seperti UNP diharapkan menjadi tameng objektivitas. Namun publik tak lagi mudah percaya pada proses yang hanya terlihat “rapi di atas kertas”.
Transparansi kini menjadi kata kunci. Hingga saat ini, nama-nama kandidat yang lolos belum dibuka ke publik memicu tanda tanya besar.
Apakah hasil UKK nanti benar-benar menjadi penentu? Ataukah hanya formalitas sebelum keputusan “yang sudah ditentukan”?
Momentum Ujian Integritas Pemerintah Daerah
Pengisian jabatan direksi PDAM Tirta Alami bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ini adalah panggung pembuktian apakah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serius melakukan reformasi BUMD atau justru mengulang pola lama.
Di tengah sorotan isu “titipan politik”, masyarakat kini menunggu satu hal: keberanian untuk memilih yang terbaik, bukan yang terdekat.
Hasil UKK akan menjadi titik awal. Tapi yang lebih penting adalah keputusan akhir yang akan menentukan apakah PDAM Tirta Alami benar-benar bisa bangkit… atau kembali tenggelam dalam bayang-bayang kepentingan.
(BS)
#PDAMTirtaAlami #Daerah #KabupatenTanahDatar
