Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pasar Murah di Padang Sarai, Strategi Pemko Padang Tekan Harga Jelang Idul Adha

20 مايو 2026 | مايو 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T11:58:57Z

Pasar Murah di Padang Sarai, Strategi Pemko Padang Tekan Harga Jelang Idul Adha



D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Padang, Rabu (20/5/2026), di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Padang Sarai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Fadly Amran dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga mulai memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar tradisional.


Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, serta Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan bahwa pengendalian inflasi daerah menjadi agenda penting Pemerintah Kota Padang menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).


Langkah Konkret Menahan Lonjakan Harga


Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.


Menurutnya, menjelang Idul Adha biasanya terjadi lonjakan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis seperti cabai, telur, gula pasir, minyak goreng, dan beras. Jika tidak dikendalikan, kenaikan harga dapat membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.


“Pasar murah ini bukan hanya tentang menjual barang dengan harga lebih rendah. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat ketika harga mulai bergerak naik. Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton saat daya beli warga tertekan,” tegas Fadly Amran.


Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah tahun ini digelar di 10 titik di Kota Padang. Namun, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan langkah yang lebih progresif untuk tahun-tahun mendatang dengan memperluas jangkauan layanan menjadi 24 titik pasar murah setiap tahun.


“Kita ingin pasar murah hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak cukup hanya di beberapa titik. Ke depan, cakupannya harus lebih luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh warga Kota Padang,” ujarnya.


Penguatan Pasar Induk dan Sistem Distribusi


Lebih jauh, Fadly Amran juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem distribusi pangan sebagai solusi jangka panjang pengendalian harga.


Ia meminta Dinas Perdagangan memanfaatkan keberadaan pasar induk sebagai pusat kendali distribusi kebutuhan pokok. Menurutnya, stabilitas harga tidak cukup diselesaikan melalui operasi pasar sesaat, tetapi membutuhkan sistem yang kuat dan modern.


Fadly Amran menekankan pentingnya penguatan peran BUMD, pembangunan fasilitas cold storage, serta pengembangan sistem pergudangan yang memadai agar pasokan pangan tetap stabil sepanjang tahun.


“Kalau distribusi kuat, stok aman, dan penyimpanan memadai, maka gejolak harga bisa ditekan. Kita harus mulai membangun sistem perdagangan yang modern dan terintegrasi. Pasar murah adalah solusi jangka pendek, sedangkan penguatan pasar induk adalah strategi jangka panjang,” katanya lugas.


Pernyataan tersebut mendapat perhatian masyarakat karena menunjukkan arah kebijakan Pemerintah Kota Padang yang tidak hanya fokus pada solusi sementara, tetapi juga membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat.


Dinas Perdagangan Siapkan Skema Kupon Diskon


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan.


Sebelumnya kegiatan telah digelar di Kecamatan Padang Utara, kemudian berlanjut di Kecamatan Koto Tangah, dan berikutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kuranji.


Menurut Fizlan, pasar murah ini diharapkan menjadi instrumen efektif dalam membantu pengendalian inflasi daerah, baik sebelum maupun sesudah Hari Raya Idul Adha.


Untuk menambah daya tarik masyarakat, Dinas Perdagangan juga menyediakan program kupon potongan harga hasil kerja sama dengan mitra pelaku usaha.


“Kami menyediakan kupon potongan harga senilai Rp5 ribu per lembar. Setiap pembeli mendapatkan dua kupon, sehingga total potongan yang diterima sebesar Rp10 ribu. Ini bentuk kolaborasi agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” jelas Fizlan.


Disambut Antusias Warga


Program pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari warga Koto Tangah. Selain membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, masyarakat juga merasa terbantu karena lokasi kegiatan mudah dijangkau.


Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya cabai merah, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, hingga beras. Selisih harga yang cukup signifikan membuat masyarakat rela antre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.


Banyak warga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan lebih sering, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga ketika harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan signifikan.


Komentar Cerdas dan Bernas Wali Kota Padang


Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga pangan nasional, langkah yang diambil Pemerintah Kota Padang dinilai sebagai kebijakan yang responsif dan berpihak kepada rakyat.


Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.


“Inflasi bukan sekadar angka statistik. Di balik kenaikan harga ada ibu rumah tangga yang harus memutar otak mengatur belanja keluarga. Karena itu pemerintah harus bekerja dengan hati dan solusi yang konkret,” ujar Fadly Amran.


Ia juga menambahkan bahwa pengendalian harga pangan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, distributor, pedagang, hingga masyarakat.


“Kalau semua bergerak bersama, maka stabilitas harga bisa dijaga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi pemerintah harus menjadi penggerak utama agar ekonomi masyarakat tetap kuat,” pungkasnya.


(Mond)


#Padang #Daerah 

×
Berita Terbaru Update