Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Berdarah di Gunung Sarik: Cekcok Keluarga Berujung Maut, Pelaku Serahkan Diri

29 أبريل 2026 | أبريل 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T05:16:06Z

Tragedi Berdarah di Gunung Sarik: Cekcok Keluarga Berujung Maut, Pelaku Serahkan Diri



D'On, PADANG Siang yang semestinya berjalan biasa di kawasan Gunung Sarik berubah menjadi tragedi berdarah. Perselisihan yang dipicu persoalan sepele justru berujung pada hilangnya nyawa seorang pria, Selasa (28/4/2026).


Korban, Hari Zanto, tewas setelah terlibat cekcok dengan pelaku berinisial A, yang ironisnya masih memiliki hubungan kekerabatan. Insiden ini terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di Jalan Gurun Panjang, dan kini mengguncang warga sekitar yang tak menyangka konflik keluarga bisa berakhir begitu tragis.


Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula dari persoalan jaga malam serta aktivitas keluar-masuk barang di sebuah proyek di wilayah tersebut.


“Awalnya hanya percakapan biasa di teras rumah. Namun suasana cepat memanas hingga berujung pada tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.


Ketegangan memuncak saat pelaku melontarkan kalimat bernada emosional, yang kemudian dibalas korban. Adu mulut pun tak terhindarkan. Dalam situasi yang semakin panas, pelaku tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya.


Korban sempat berusaha meredam emosi dengan berkata, “sabalah ade”, sambil mencoba menghindar. Namun upaya itu gagal. Saat berlari menyelamatkan diri, korban tersandung kursi dan terjatuh terlentang momen nahas yang dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan serangan.


Satu tusukan ke arah perut menjadi penentu. Luka robek yang dalam membuat korban tak mampu bertahan. Meski sempat bangkit dan mencoba menyelamatkan diri, ia kembali terjatuh sekitar 10 meter dari lokasi awal.


Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh saksi, namun sekitar pukul 13.30 WIB, nyawanya tak tertolong.


Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Namun aparat bergerak cepat. Tim Satreskrim melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku, meminta agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.


Langkah tersebut membuahkan hasil. Pada malam harinya, pelaku akhirnya menyerahkan diri melalui pihak keluarga dan diantar ke Mapolresta Padang.


“Pelaku mengaku tidak menyangka perbuatannya akan menyebabkan korban meninggal dunia. Peran keluarga juga sangat besar dalam mendorong pelaku untuk bertanggung jawab,” jelas Ryan.


Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Kuranji dan telah tercatat dalam laporan polisi dengan nomor LP/B/26/IV/2026/SPKT. Polisi masih terus mendalami motif serta rangkaian kejadian secara menyeluruh.


Peristiwa ini menjadi pengingat keras: konflik sekecil apa pun, jika tidak dikendalikan, bisa berubah menjadi tragedi yang tak terpulihkan. Di balik satu emosi yang meledak, satu nyawa melayang.dan penyesalan datang terlambat.


(Mond)


#Kriminal #Pembunuhan 

×
Berita Terbaru Update