-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Musda Golkar Sumut XI Ricuh, Massa Bawa Kayu dan Petasan Kepung Hotel Tempat Musda Berlangsung

02 فبراير 2026 | فبراير 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T03:44:48Z

Massa mengenakan kaus Partai Golkar memaksa masuk arena Musda XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara di Hotel JW Marriott, Kota Medan sehingga memicu kericuhan, Minggu (1/2/2026)



D'On, Medan – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (1/2/2026), diwarnai kericuhan serius. Ketegangan tidak hanya terjadi di dalam arena musda, tetapi juga meluas hingga ke luar area hotel, menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat serta kemacetan lalu lintas di Jalan Putri Hijau, salah satu jalur utama Kota Medan.


Kericuhan pecah ketika sekelompok massa dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang mengenakan atribut Partai Golkar berupaya memaksa masuk ke lokasi musda. Namun upaya tersebut ditolak panitia lantaran mereka tidak terdaftar sebagai peserta maupun peninjau resmi Musda XI.


Penolakan itu memicu ketegangan yang dengan cepat berubah menjadi keributan. Sejumlah massa terlihat membawa kayu dan menyalakan petasan, menciptakan suasana mencekam di sekitar hotel berbintang lima tersebut. Suara petasan dan teriakan massa membuat aparat keamanan harus bergerak cepat mengendalikan situasi.


Kericuhan Merembet ke Luar Arena


Situasi semakin memanas ketika kericuhan tidak lagi terbatas di dalam arena musda. Massa bergerak ke luar area hotel, menyebabkan aktivitas warga sekitar terganggu. Arus lalu lintas di Jalan Putri Hijau sempat tersendat dan mengalami kemacetan selama beberapa waktu akibat konsentrasi massa dan pengamanan aparat.


Di tengah keributan, salah seorang peserta kericuhan mengaku dirinya hanya ikut-ikutan. Ia mengungkapkan tidak mengetahui secara pasti tujuan aksi yang dilakukan.

 

“Cuma ikut-ikutan saja, disuruh pegang kayu,” ujarnya singkat saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.


Pengakuan ini mengindikasikan adanya mobilisasi massa tanpa pemahaman utuh terkait substansi musda, yang berujung pada tindakan anarkis dan gangguan ketertiban umum.


Steering Committee Tegaskan Musda Harus Tertib


Sekretaris Steering Committee (SC) Musda XI DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Muhammad Asril, menegaskan bahwa musda merupakan forum resmi dan tertinggi partai di tingkat daerah yang memiliki aturan dan mekanisme jelas.


Ia mengimbau semua pihak untuk menghormati tata tertib yang berlaku dan tidak melakukan tindakan di luar koridor organisasi.

 

“Kami mengimbau dengan tegas agar pihak-pihak di luar peserta dan peninjau sidang perhimpunan dapat menyesuaikan diri serta menjaga ketertiban. Musda ini adalah forum resmi partai yang harus dijalankan sesuai mekanisme,” ujar Asril kepada wartawan.


Meski demikian, Asril menilai dinamika yang terjadi mencerminkan tingginya perhatian kader dan masyarakat terhadap Partai Golkar Sumatera Utara.

 

“Kami mengapresiasi dinamika yang luar biasa di internal Partai Golkar. Partisipasi dan perhatian berbagai elemen masyarakat dalam mengawal jalannya Musda ini menunjukkan besarnya harapan terhadap Golkar Sumut ke depan,” katanya.


Namun ia menekankan, dinamika politik harus dikelola secara dewasa dan disalurkan melalui mekanisme organisasi, bukan lewat tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.


Pesan Soliditas dan Kedewasaan Politik


Terkait insiden kericuhan, Asril mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk menahan diri serta menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan musda berlangsung.

 

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Tapi semuanya harus disalurkan melalui mekanisme yang telah diatur, bukan dengan cara-cara yang merugikan partai dan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan arahan pimpinan partai, khususnya pesan dari Guntur, agar Musda Golkar Sumut dilaksanakan dalam suasana kebersamaan dan kegembiraan.

 

“Arahan dari Pak Guntur sudah jelas, musda ini harus dijalankan dengan kompak, solid, dan riang gembira. Golkar adalah partai besar, kedewasaan berpolitik harus kita tunjukkan,” ucap Asril.


Steering committee, lanjutnya, berkomitmen menjalankan seluruh tahapan musda secara profesional dan objektif sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.


Situasi Kembali Kondusif, Pengamanan Diperketat


Setelah sempat memanas, situasi keamanan di sekitar Hotel JW Marriott Medan berangsur kondusif pada Minggu sore. Kepolisian memastikan kondisi di lokasi kegiatan telah terkendali dan berada dalam pengawasan ketat hingga malam hari.


Kapolsek Medan Barat, Kompol Made Wira Suhendra, mengatakan pengamanan telah dilakukan sejak pagi dengan menempatkan personel di dalam dan di luar hotel.

 

“Sejak pagi kami sudah melaksanakan pengamanan, menempatkan personel di dalam dan di luar hotel,” ujarnya.


Untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan, kepolisian melakukan penebalan personel. Awalnya, sebanyak 74 personel dikerahkan. Ketika situasi memanas, pengamanan diperkuat dengan tambahan 30 personel Brimob dan 47 personel Sabhara Polrestabes Medan.

 

“Penebalan ini sebagai langkah preventif agar kegiatan dapat berjalan aman hingga selesai,” jelas Made Wira.


Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan Musda Golkar Sumut XI dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga penutupan.


(B1)


#Peristiwa #Politik #Golkar 

×
Berita Terbaru Update