-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tim DVI Polda Sumbar Berhasil Identifikasi Tiga Korban Banjir Bandang Lewat Tes DNA, Keluarga Akhirnya Dapat Kepastian Setelah Dua Bulan Menanti

23 يناير 2026 | يناير 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T04:00:14Z

Tim DVI Polda Sumbar Berhasil Identifikasi 3 Jenazah Korban Galodo 



D'On, Padang — Setelah hampir dua bulan penuh ketidakpastian dan penantian panjang keluarga korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat kembali mencatatkan capaian penting dalam proses penanganan tragedi banjir bandang yang terjadi pada 28 November lalu. Melalui pemeriksaan DNA, tiga jenazah korban akhirnya berhasil diidentifikasi secara ilmiah dan akurat.


Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara TK III Padang, Kamis (22/1). Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa proses identifikasi merupakan bagian krusial dalam pemulihan pascabencana, khususnya untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban.


“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyampaikan perkembangan signifikan. Tiga jenazah korban banjir bandang berhasil diidentifikasi melalui metode pemeriksaan DNA. Ini menjadi langkah penting untuk mengakhiri penantian panjang keluarga,” ujar Brigjen Solihin.


Tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi memiliki kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan identifikasi visual akibat kerusakan berat. Oleh karena itu, metode DNA menjadi satu-satunya cara yang dapat menjamin keakuratan hasil.


Jenazah pertama dengan nomor registrasi AM-73 dipastikan sebagai Jaruni, ibu biologis dari Pian, salah satu korban yang sebelumnya telah teridentifikasi. Jenazah tersebut sempat disimpan di ruang pendingin RS Bhayangkara Padang sambil menunggu kecocokan data DNA dari pihak keluarga.


Selanjutnya, jenazah berkode AM-132/PM-RSUD-35 terkonfirmasi sebagai Dusra Maini, yang berdasarkan hasil pemeriksaan DNA terbukti merupakan ayah biologis dari Ihwanda Saputra, korban banjir bandang di Kabupaten Agam.


Sementara itu, jenazah AM-068/PM-RSUD-34 berhasil diidentifikasi sebagai Irna Silvia, ibu biologis dari Hanyfah Salsabila, yang juga tercatat sebagai korban dalam peristiwa banjir bandang di wilayah Agam.


Brigjen Solihin menjelaskan, penggunaan pemeriksaan DNA menjadi metode utama karena kondisi jenazah yang telah mengalami degradasi parah akibat lamanya waktu pascakejadian serta faktor alam. Identifikasi visual dinilai tidak lagi dapat memberikan hasil yang akurat dan berisiko menimbulkan kesalahan.


“Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi. Kami memastikan setiap hasil benar-benar valid sebelum disampaikan kepada keluarga,” tegasnya.


Keberhasilan identifikasi ini disambut haru oleh keluarga korban. Salah seorang anggota keluarga mengaku merasa lega setelah hampir dua bulan hidup dalam ketidakpastian.


“Kami akhirnya tahu di mana dan siapa keluarga kami. Terima kasih kepada Tim DVI yang tidak pernah menyerah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Apresiasi serupa juga datang dari keluarga korban lainnya yang menilai kerja panjang Tim DVI sebanding dengan ketelitian dan akurasi hasil identifikasi. Kepastian tersebut dinilai membantu keluarga menerima kenyataan dengan lebih ikhlas dan menutup bab penantian yang menyakitkan.


Dengan tambahan tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi ini, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang 28 November kini tercatat 254 orang. Dari jumlah tersebut, 226 korban telah teridentifikasi, sementara 28 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.


Tim DVI Polda Sumbar memastikan akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban dapat teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan penghormatan terakhir bagi para korban bencana.


(Mond)


#PoldaSumbar #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update