-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Air Pascabanjir Bandang, Wali Kota Padang Tegaskan Tanggung Jawab Bersama

26 يناير 2026 | يناير 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T10:36:47Z

Walikota Padang Fadly Amran Tegaskan Krisis Air Bersih Tanggung Jawab Bersama 



D'On, Padang – Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik pada rumah-rumah warga, tetapi juga memicu krisis air bersih akibat rusaknya infrastruktur vital milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa persoalan krisis air bukan semata-mata menjadi beban PDAM, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak.


Hal itu disampaikan Fadly Amran saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang. Ia menyebut, besarnya dampak bencana membuat upaya pemulihan tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja.


“Krisis air yang terjadi ini bukan hanya tanggung jawab PDAM semata. Ini adalah beban bersama yang harus kita pikul secara kolektif, baik pemerintah, instansi terkait, maupun masyarakat,” tegas Fadly.


Menurutnya, banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang telah merusak berbagai fasilitas publik, termasuk saluran pipa dan intake milik PDAM. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada terhentinya distribusi air bersih ke ribuan pelanggan.


Meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, Fadly mengapresiasi langkah cepat PDAM Kota Padang yang tetap berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.


“Sejak awal masa tanggap darurat hingga saat ini, PDAM Kota Padang secara konsisten menyalurkan suplai air bersih kepada masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen dalam melayani warga, meskipun kondisi di lapangan sangat tidak mudah,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, proses perbaikan infrastruktur dilakukan siang dan malam, bahkan saat intensitas hujan masih tinggi dan arus sungai belum sepenuhnya surut. Langkah tersebut dinilai krusial agar distribusi air bersih dapat segera kembali normal.


“Dalam kondisi hujan lebat dan arus sungai yang masih deras, petugas PDAM tetap bekerja melakukan perbaikan. Ini tentu bukan pekerjaan yang mudah dan penuh risiko,” kata Fadly.


Hasilnya, hingga saat ini sejumlah infrastruktur yang sempat rusak parah berhasil dipulihkan. Fadly menyebut, sebanyak 12 intake air serta sekitar 800 meter pipa PDAM yang sebelumnya terputus kini telah kembali aktif dan berfungsi.


“Alhamdulillah, perbaikan berjalan dengan baik. Saluran pipa yang sempat terputus sudah kembali aktif, dan sebagian besar wilayah sudah kembali dialiri air,” jelasnya.


Berdasarkan data terbaru, sekitar 98 persen pelanggan PDAM di Kota Padang kini telah kembali menerima aliran air bersih. Meski demikian, Fadly mengakui tekanan air di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya normal seperti sebelum bencana terjadi.


“Kondisi aliran air memang sudah kembali ke rumah pelanggan, namun untuk tekanan aliran masih bertahap dan belum sepenuhnya stabil. Ini akan terus kami upayakan agar segera pulih total,” tuturnya.


Fadly Amran pun mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan berlangsung. Ia memastikan pemerintah daerah bersama PDAM terus berupaya maksimal agar pelayanan air bersih kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.


“Kami memahami keluhan masyarakat. Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal proses pemulihan ini hingga benar-benar tuntas,” pungkasnya.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang

×
Berita Terbaru Update