-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disebut Terancam “Di-Noel-kan”, Purbaya Tegas: Selama Tak Terima Uang, Saya Tak Takut Dijebak

26 يناير 2026 | يناير 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T16:49:24Z

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 

D'On, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat suara menanggapi pernyataan kontroversial mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) yang menyebut dirinya berpotensi “di-Noel-kan”. Istilah tersebut digunakan Noel untuk menggambarkan dugaan upaya kriminalisasi terhadap pejabat negara yang kebijakannya mengusik kepentingan kelompok tertentu.


Alih-alih menunjukkan kekhawatiran, Purbaya justru menanggapi isu tersebut dengan sikap lugas dan tanpa tedeng aling-aling. Ia menegaskan bahwa selama tidak menerima uang dari siapa pun, dirinya tidak memiliki alasan untuk takut dijebak atau dikriminalisasi.

 

“Noel kan terima duit, gue emang enggak terima duit. Dijebak gimana? Gaji gue gede di sini, cukup,” kata Purbaya blak-blakan saat ditemui di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).


Pernyataan ini menjadi penegasan sikap Purbaya yang ingin menempatkan integritas sebagai benteng utama seorang pejabat publik. Menurutnya, jebakan hukum hanya efektif ketika seseorang sudah membuka pintu lewat praktik suap.

 

“Biar aja. Yang penting gue enggak terima duit,” tegasnya singkat namun tajam.


“Di-Noel-kan” dan Tuduhan Adanya “Bandit”


Sebelumnya, Noel melontarkan pernyataan keras saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Ia mengaku memperoleh informasi yang ia sebut “A1”, bahwa Purbaya berpotensi dijebak karena kebijakan-kebijakan yang dinilai mengganggu kepentingan para ‘bandit’.

 

“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya, ada pesta yang terganggu,” ujar Noel kepada wartawan di sela persidangan.


Pernyataan itu langsung memantik spekulasi luas, terutama di tengah agenda reformasi besar-besaran di sektor perpajakan dan bea cukai yang sedang digencarkan Kementerian Keuangan.


Purbaya: Saya Enggak Paham, Mungkin Emosi


Menanggapi pernyataan Noel tersebut, Purbaya mengaku tidak sepenuhnya memahami maksud dan arah pernyataan itu. Ia menduga ada unsur emosional dalam pernyataan Noel, namun menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam spekulasi.

 

“Saya enggak ngerti apa sih maksudnya. Tapi yang penting saya enggak terima uang. Selama kita lurus-lurus saja, enggak ada urusan,” ujarnya.


Purbaya bahkan menyebut bahwa titik paling rawan bagi pejabat publik adalah ketika sudah menerima suap, karena sejak saat itu seseorang akan kehilangan independensi dan mudah ditekan, diperas, atau dilaporkan.

 

“Begitu terima duit, selesai. Enggak bebas lagi ambil keputusan,” katanya.


Reformasi Jalan Terus, Tak Ada Kepentingan Pribadi


Ketika ditanya apakah pernyataan Noel berkaitan dengan agenda reformasi pajak dan bea cukai yang tengah berjalan dan selama ini dikenal menyentuh banyak kepentingan besar Purbaya menjawab tegas: reformasi tidak akan berhenti.


Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi apa pun, selain menjalankan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi sistem keuangan negara.

 

“Biar saja, kita tetap akan reformasi. Noel, Noel, saya, saya. Yang penting kan saya enggak terima uang, itu,” ucapnya.


Pernyataan Purbaya ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Keuangan tidak akan mundur menghadapi tekanan, baik dari kelompok kepentingan maupun dari narasi ancaman kriminalisasi. Dalam pusaran isu “di-Noel-kan”, Purbaya memilih berdiri di satu garis lurus: integritas sebagai tameng, reformasi sebagai jalan, dan ketakutan sebagai hal yang tak relevan.


(B1)


#PurbayaYudhiSadewa #Nasional

×
Berita Terbaru Update