-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ngeri! Tambang Emas Ilegal Diduga Beroperasi Bebas di Galugua, Sungai Batang Kampar Dikeruk Alat Berat

14 ديسمبر 2025 | ديسمبر 14, 2025 WIB Last Updated 2025-12-15T08:26:57Z

Sebuah tambang emas ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI) diduga kuat tengah beroperasi secara terang-terangan di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX.

D'On, LIMA PULUH KOTA
— Di tengah upaya pemulihan Sumatera Barat pascabencana alam, kabar mencengangkan datang dari pedalaman Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebuah tambang emas ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI) diduga kuat tengah beroperasi secara terang-terangan di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX. Ironisnya, aktivitas yang disinyalir telah berlangsung selama lebih kurang satu bulan terakhir itu disebut-sebut melibatkan lima unit alat berat yang terus mengeruk aliran Sungai Batang Kampar.

Informasi ini diungkapkan oleh warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keselamatan. Ia menggambarkan situasi yang mencekam dan penuh tekanan bagi masyarakat sekitar.

“Warga sangat kesulitan untuk mendokumentasikan aktivitas ini. Area tambang dijaga sangat ketat. Siapa pun yang masuk langsung diperiksa. Ada rasa takut dan ancaman yang tidak diucapkan, tapi terasa,” ungkapnya.

Meski demikian, kata dia, beberapa warga nekat mengambil foto dokumentasi secara sembunyi-sembunyi, sebagai bukti bahwa aktivitas tambang emas tersebut benar-benar terjadi dan bukan sekadar isu.

Warga Resah, Alam Terancam

Keberadaan tambang ilegal ini telah menimbulkan kecemasan mendalam di tengah masyarakat Nagari Galugua. Sungai Batang Kampar yang selama ini menjadi sumber kehidupan baik untuk pertanian, perikanan, maupun kebutuhan sehari-hari kini terancam rusak akibat pengerukan masif.

“Kami takut, sangat takut. Kalau ini dibiarkan, kerusakan alam tidak terelakkan. Sungai rusak, tanah longsor bisa terjadi, dan dampaknya akan kami tanggung bertahun-tahun,” ujar warga tersebut dengan nada getir.

Keresahan warga semakin memuncak karena aktivitas ini terjadi saat Sumatera Barat masih berjuang bangkit dari berbagai bencana alam. Alih-alih belajar dari tragedi, sejumlah pihak justru diduga memanfaatkan situasi untuk memperkaya diri secara ilegal, tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Produksi Fantastis: 1 Kilogram Emas per Hari?

Yang lebih mengejutkan, warga mengaku mendengar informasi bahwa tambang emas ilegal tersebut menghasilkan hingga sekitar 1 kilogram emas per hari. Angka fantastis ini memunculkan pertanyaan besar:
Siapa yang berada di balik operasi besar ini?
Ke mana hasil emas tersebut mengalir?
Dan yang paling krusial, mengapa aktivitas sebesar ini bisa berlangsung tanpa tindakan tegas?

Tambang emas itu disebut beroperasi di dua jorong di Nagari Galugua, memperluas potensi kerusakan ekologis dan konflik sosial di wilayah tersebut.

Sorotan ke Aparat Penegak Hukum

Sementara itu, Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Syaiful Wachid membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

“Kami sudah mendapatkan informasi awal. Saya akan segera memerintahkan anggota untuk melakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Kapolres, Minggu (14/12/2025).

Pernyataan ini kini menjadi harapan sekaligus ujian bagi penegakan hukum. Masyarakat menunggu langkah konkret, bukan sekadar pengecekan administratif. Publik menuntut tindakan tegas, transparan, dan menyeluruh termasuk mengusut siapa aktor intelektual di balik operasi tambang ilegal berskala besar tersebut.

Ujian Negara di Ujung Sungai

Kasus dugaan PETI di Galugua bukan sekadar persoalan tambang ilegal. Ia adalah cermin konflik antara keserakahan dan keberlanjutan, antara hukum dan pembiaran. Sungai Batang Kampar kini bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga menyimpan pertanyaan besar tentang keberpihakan negara kepada rakyat dan lingkungan.

Warga Galugua berharap, jeritan mereka tidak tenggelam bersama lumpur sungai yang dikeruk setiap hari. Mereka menanti, apakah hukum akan benar-benar hadir atau kembali kalah oleh kepentingan emas.

(*)

Source: BeritaPayakumbuh

#TambangEmasIlegal #PETI #KabupatenLimapuluhKota

×
Berita Terbaru Update