BNPB Buka Suara Terkait Viralnya Lumpur Bergerak Usai Gempa di Pasaman Sumbar

D'On, Pasaman Barat (Sumbar),- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan video lumpur bergerak yang sempat tersebar di media sosial usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, bukan likuefaksi melainkan banjir lumpur akibat longsor.


"Dari temuan fakta hasil kaji cepat dan pemetaan tersebut, maka fenomena yang terjadi di Pasaman dipastikan bukanlah likuefaksi, tetapi banjir lumpur akibat longsor yang terjadi di hulu," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melalui keterangan resmi, Minggu (27/2).

Abdul menjelaskan kajian cepat dan pemetaan melalui udara oleh tim BPBD Kabupaten Limapuluh Kota memperlihatkan titik-titik longsoran di hulu Talamau yang kemudian masuk ke sungai dan terbawa aliran sungai ke hilir dan menghantam beberapa rumah penduduk.

Dari kondisi itu, ia menegaskan tak ada likuefaksi sebagaimana kejadian pascagempa di Palu 2018 silam.

"Kejadian ini lebih mirip dengan banjir sedimen yang terjadi di Sigi akibat luapan bah bercampur pasir dari Sungai Poi yang berasal dari longsoran akibat gempa 2018 Palu," ucap Abdul.

"BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi meredam kabar dan informasi yang belum diyakini kebenarannya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi telah merusak setidaknya 1.000 rumah di Pasaman Barat. Warga terdampak telah disediakan posko untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti tempat istirahat dan dapur umum.

Pemerintah daerah setempat menyatakan bakal segera merekonstruksi rumah yang rusak. Rusak ringan disebut ditanggung pemerintah kabupaten, rusak sedang oleh provinsi, dan rusak berat oleh pemerintah pusat.


(ryn/DAL)

#GempaPasaman #PasamanBarat #Sumbar

Powered by Blogger.