Tegang! Polisi Tembak Mati Pelaku Perampok yang Tewaskan Seorang Mahasiswi di Lampung

D'On, Lampung Timur,- Polda Lampung bersama dengan Polres Lampung Timur mengungkap kasus perampokan sadis yang dilakukan A alias R (37). A alias R merupakan perampok yang menembak mati mahasiswi bernama Leli Agustin (20).


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan pelaku terpaksa ditembak mati petugas karena melawan dengan menembakkan senjata api rakitan ketika hendak ditangkap.

“Penangkapan di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada Sabtu (29/1) siang,” kata Pandra dalam siaran persnya, Senin (31/1).

Jasad pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan proses lebih lanjut. Pandra menambahkan bahwa pelaku merupakan eksekutor yang menembak mati Leli di gerai keuangan non-kantor (BRILink) di wilayah Way Bungur, Lampung Timur.

“Pelaku A alias R ini juga merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan buronan Polres OKI serta kabur dari Lapas Kendal pada tahun 2021 dalam kasus curas," beber Pandra. Direskrimum Polda Lampung Kombes Reynold Elisa Hutagalung menambahkan pelaku dilakukan tindakan tegas dan terukur lantaran melawan petugas.

Pelaku ditangkap dan berupaya melawan petugas di kamarnya. Bahkan saat dilakukan penindakan, pelaku baru saja pesta sabu-sabu bersama rekannya. Sebab, ditemukan alat isap sabu-sabu.

“Baku tembak terjadi saat (pelaku) berada di kamarnya, setelah pesta sabu-sabu. Pelaku meninggal di rumah sakit,” kata Reynold. Dalam penangkapan itu, polisi menyita tiga pucuk senjata api rakitan dari pelaku termasuk yang dipakai saat merampok BRILink Way Bungur, Lampung Timur.

Kemudian ada sebelas butir peluru aktif kaliber 9 mm dan enam butir peluru aktif kaliber 50,56 mm.

"Disita juga sepeda motor Honda Verza merah yang sudah dirubah warna untuk beraksi. Satu gelang kayu dan sehelai celana jins pendek yang dipakai saat merampok,” sebut Reynold. Sebagai tindak lanjut dari pengungkapan kasus ini, petugas medis langsung melakukan autopsi terhadap jasad pelaku. “Sementara kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap pelaku lain,” kata dia. 

(cuy/jpnn)


Powered by Blogger.