Viral! Preman di Pontianak Palak Sopir Travel, Berdalih Istri Disenggol Mobil

D'On, Pontianak (Kalbar),- Pria yang melakukan pemerasan terhadap sejumlah pengendara mobil di wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara, yang sempat viral di media sosial, akhirnya ditangkap polisi, Kamis sore, 9 Desember 2021.


Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Indra Asrianto, mengatakan, pelaku melakukan pemerasan ini sudah beberapa kali beraksi di beberapa titik di wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara.

“Kami dari Polresta Pontianak bekerja sama dengan Polsek Timur dan Utara, melakukan penyelidikan, sehingga yang bersangkutan diamankan di Pontianak Utara. Kami mengamankan yang bersangkutan ke Polres Pontianak untuk penyidikan,” jelasnya kepada awak media, Jumat, 10 Desember 2021.

Pelaku berinisial SB ini melakukan aksinya dengan modus ia berpura-pura menjadi korban yang disenggol oleh kendaraan (korban), yang rata-rata pengendara mobil. Kepada korban, ia memaksa korban untuk mengganti rugi dengan sejumlah uang tunai.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan sudah beberapa kali melakukan hal tersebut. Ada 4 TKP, dengan modus operandi disenggol kendaraan yang dikemudikan korban,” paparnya.

Kepada awak media, SB mengaku awal mula melakukan aksinya ini karena terinspirasi dari suatu film, sehingga mucul niatnya untuk melakukan pemalakan. Motif dari pemalakan ini adalah untuk makan dan membeli rokok, karena diketahui pelaku tidak bekerja.

“Yang bersangkutan saat ini tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari yang bersangkutan melakukan hal tersebut. Pemerasan tersebut dilakukan untuk kebutuhan hidup. Dia bertindak sendiri,” terangnya.

Terinspirasi dari Film

Saat diwawancarai, pelaku mengaku melakukan aksinya dengan modal komunikasi, dan sedikit pemaksaan. Aksinya tersebut viral di media sosial instagram, dan mengaku sedang membawa istrinya yang sedang hamil.

“Saya gak ada target atau planning, pokoknya setiap apa yang saya liat, itulah. Tak ada pakai buntut membuntuti kalau ada niat saya mau ambil saya ambil. Modal komunikasi aja. Ide aksi ini ade lihat dari nonton film. Film anak-anak sekarang. Saya ndak punya istri, itu hanya modus saya jak. Saya belum menikah,” ucap pelaku.

SB mengaku biasanya ia mendapat uang dari pemalakan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 900 ribu. Ia mengaku pernah mendapatkan perlawanan dari korban, namun setelah itu tidak ia lanjutkan.

“Setiap aksi, tergantung dari orangnya, kadang Rp 150 ribu, kadang ada Rp 900 ribu ngasih. Saya gak ada target, berapapun dikasi orang saya ambil. Untuk saya, makan dan rokok saya hidup sendiri. Ada pernah dapat perlawanan, 2-3 kali. Kalau ada perlawanan, saya lari. Sak ada minta apa-apa, gak ada kekerasan. Karena dia ada perlawanan. Gak pernah bawa senjata tajam, hanya tangan kosong,” pungkasnya.


(kumparan)

Powered by Blogger.