Ditahan KPK Terkait Suap Proyek PUPR, Eks Wali Kota Banjar: Ini Takdir Tuhan

D'On, Jakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno. KPK menahan Herman setelah menjadi tersangka suap dalam proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjar dan dugaan penerimaan gratifikasi.


Herman irit bicara saat pengawal tahanan memasukkannya ke mobil tahanan. 

Walikota Banjar periode 2013-2018 itu, menganggap penetapan tersangka ini merupakan takdir. "Ini kan takdir Tuhan, apa yang mau disampaikan?" kata dia saat dibawa ke mobil tahanan, di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 23 Desember 2021.

Selain Herman, KPK juga menetapkan Direktur CV Prima, Rahmat Wardi menjadi tersangka pemberi suap.

Dalam konferensi pers, Ketua KPK Firli mengatakan penyidik menduga Herman dan Rahmat berteman dekat. KPK menduga Herman memberikan kemudahan bagi Rahmat untuk mendapatkan izin usaha, rekomendasi pinjaman dan jaminan memenangkan lelang di Banjar.

Misalnya, pada 2012-2014, KPK menduga Rahmat memperoleh 15 proyek dengan nilai Rp 23,7 miliar. KPK menyangka Rahmat memberikan fee proyek 5 sampai 8 persen kepada Herman sebagai imbalan.

Menurut Firli, Rahmat memberikan suap dengan modus pinjaman bank. Pada Juli 2013, Rahmat meminjam Rp 4,3 miliar ke bank. Namun, sebenarnya uang itu diberikan untuk keperluan pribadi Herman. "Sedangkan cicilan pelunasannya tetap kewajiban RW," kata dia.

Menurut Firli, Rahmat diduga memberikan tanah dan bangunan untuk pendirian Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji di Kota Banjar. Selain itu, Rahmat juga diduga memberikan sejumlah uang untuk biaya operasional rumah sakit swasta milik Herman.

Firli mengatakan KPK menengarai Herman juga menerima uang gratifikasi dari kontraktor lainnya di Kota Banjar.


(*)

Powered by Blogger.