Viral Video Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Dipukuli Senior, Ini Tanggapan Pihak Kampus dan Polisi

D'On, Palembang (Sumsel),- Sebuah video dugaan penganiayaan yang dilakukan senior pada junior mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang viral.


Video itu diunggah oleh sejumlah akun media sosial, di antaranya @video_jurnalis pada Minggu (31/10/2021).

Dalam video tersebut memperlihatkan sejumlah mahasiswa bergerombol di lorong dalam area kampus.

Kemudian seorang mahasiswa yang mengenakan singlet warna kopi susu nampak dikeroyok oleh sejumlah pemuda lain.

Pria barkaos coklat itu dipukul kepalanya oleh pemuda gondrong berkaos abu-abu.

Tak hanya itu, pemuda berkaos lengan panjang ikut melayangkan pukulan ke kepala korban.

Tak hanya sekali, pemuda itu dilakukan berkali-kali oleh para pelaku.

Sedangkan seorang pemuda yang mengenakan kaos hitam dan celana pendek biru nampak tersungkur di lantai.

Sambil melindungi diri dari pukulan.

Tak hanya dua orang, para pelaku juga nampak membentak mahasiswa lainnya.

Bahka kata-kata kasar juga keluar dari mulut para pelaku.

"Pisah bae" teriak seorang perempuan.

"Dugaan penganiayaan yang di lakukan senior terhadap junior di halaman universitas politeknik negeri sriwijaya palembang" tulis pengunggah.

Seusai video ini viral, pihak Politeknik Negeri Sriwijaya pun sudah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @polsriofficial.

Dalam surat pernyataan itu dituliskan jika kejadian itu sudah dilaporkan polisi.

"Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya bahwa kejadian pertengkarakan di kampus Politeknik Negeri Sriwijaya pada tanggal 30 Oktober 2021 sudah dilaporkan ke pihak berwajib oleh pelapor"

Kasus ini pun akan diselesaikan menurut hukum.

Pihak kampus juga akan melakukan tindakan tegas bagi setiap pelanggaran di area kampus.

"Politeknik Negeri Sriwijaya mengingatkan dengan tegas bagi setiap pelanggaran, bahwa lembaga akan menegakkan aturan, baik secara pidana maupun secara akademik."

Insiden ini sendiri terjadi pada Sabtu (30/10/2021).

Penjelasan Pihak Kampus

Sementara dikutip dari Kompas.com, Kepala Humas Polsri Edi Aswan membenarkan informasi mengenai kejadian dalam video tersebut.

Menurut Edi, kasus pengeroyokan ini telah dilaporkan oleh korban ke Polrestabes Palembang.

“KIta serahkan ke penegak hukum untuk mendalaminya (kejadian),” kata Edi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (1/11/2021).

Edi mengatakan, pihak kampus akan memberikan sanksi terhadap empat orang mahasiswa yang diduga menganiaya korban.

Bahkan, bila terbukti ada pelanggaran berat, maka pihak kampus akan melakukan pemberhentian terhadap mahasiswa tersebut.

“Sanksi yang diberikan dalam peraturan akademik dari sanksi teguran, surat peringatan, bahkan pemberhentian dari mahasiswa Polsri. Namun, saat ini kita serahkan ke penegak hukum untuk memprosesnya,” ujar Edi.

Tanggapan Polisi

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyu membenarkan adanya laporan pengeroyokan terhadap ART.

Polisi masih mendalami keterangan korban untuk mengejar para pelaku.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak kampus untuk mengejar para pelaku pengeroyokan ini,” kata Tri.

Menurut Tri, pengeroyokan itu diduga terjadi saat korban sedang duduk sembari bermain menggunakan ponsel.

Tiba-tiba, para pelaku datang dan membentak korban tanpa sebab.

“Korban langsung dipukul oleh para pelaku. Sekarang kita masih kooordinasi dengan pihak kampus untuk mencari para pelakunya,” ujar Tri. 

(*)


Powered by Blogger.