Melihat Lebih Dekat Gorong-gorong yang Sebabkan 5 Orang Tewas

D'On, Tangerang (Banten),- Gorong-gorong beracun milik PT Telkom di Jalan Boulevard Raya atau dikenal warga Jalan Permata Raya di Cipondoh, Tangerang, menuai sorotan. Musababnya, gorong-gorong itu menewaskan 5 orang.


Dari 5 orang itu, 3 di antaranya merupakan pegawai PT Telkom Akses yang sedang mengecek kabel fiber optik. Dua orang lainnya yang tewas merupakan warga setempat, tukang galon dan karyawan laundry yang berupaya menyelamatkan 3 petugas Telkom Akses.

Pantauan di lokasi kejadian, Sabtu (9/10), gorong-gorong itu kini diberi garis polisi agar warga tidak mendekat. Lokasi gorong-gorong itu berada tepat di bawah Jalan Permata Raya. Terpisah dari selokan air yang berada di sampingnya.

Di atas gorong-gorong itu merupakan jalan raya yang dilapisi paving block. Sepintas tidak ada yang mengetahui bahwa di bawah jalan berkonblok itu ada gorong-gorong utilitas kabel fiber optik milik Telkom.

Dari suasana di sekitar, memang terlihat sepi. Di pinggir sisi jalan dua lajur itu, hanya ada tembok-tembok permukiman warga perumahan Cipondoh. Jarak ke perumahan Taman Royal pun dari lokasi kejadian sekitar 1 kilometer.

Pada Sabtu siang, kendaraan yang melintas, baik mobil atau pun motor selama 2 jam pantauan bisa dihitung dengan jari. Artinya tidak begitu banyak kendaraan yang melintas kecuali warga sekitar.

Tak jauh dari lokasi kejadian, ada kantor Telkom STO Cipondoh. Jaraknya tidak begitu jauh, hanya sekitar 500 meter. Sayangnya, saat didatangi, tidak ada petugas yang mau berbicara. Semua dialihkan ke Telkom pusat di Jakarta.

Warga sekitar tidak ada yang bersedia diwawancarai terkait hal ini. Mereka kebanyakan bungkam dengan alasan takut salah ngomong.

Sementara itu, Camat Cipondoh Rizal Ridhallah, mengatakan lokasi di sekitar memang terbilang sepi. Baru ramai setelah ada kasus tewasnya 5 orang yang diduga menghirup gas beracun di dalam gorong-gorong itu.

Rizal bahkan mengatakan pada saat kejadian, warga di sekitar tidak ada yang mendengar suara teriakan minta tolong. Yang saat itu mendengar hanya tukang galon dan karyawan laundry setempat yang memang sedang melintas di lokasi kejadian.

"Kalau soal teriakan, orang sekitar sama sekali nggak dengar, mungkin memang kebetulan si tukang galon sama tukang laundry ini lewat sana (dekat gorong-gorong) jadi kedengaran," uja Rizal, Sabtu (9/10).


(*)

Powered by Blogger.