Mantan Kapolsek Parigi Ngaku Kirimkan Chat Mesra ke Anak Tersangka

D'On, Parigi Moutong (Sulteng),- Eks Kapolsek Parigi, Iptu I Dewa Gede Nurate mengakui memang mengirimkan chat mesra kepada S, anak gadis dari tersangka pencurian hewan di Parigi Moutong.


“Hanya chat-chat biasa aja kok, cuma terakhir itu chatnya agak romantis," katanya, dikutip Kamis (21/10/2021).

Namun, dia membantah bertemu dengan S di sebuah hotel di Parigi dan berhubungan intim.

“Tidak ada itu (hubungan intim),” bantahnya.

Seperti diketahui, saat ini Iptu I Dewa Gede Nurate telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Parigi, dan dipindahkan ke Pelayanan Markas Polda Sulteng.

Propam Polda Sulteng tengah menangani laporan dugaan asusila yang dilaporkan oleh keluarga korban. Alat bukti yang sudah dikantongi berupa hasil visum dan chat dari mantan Kapolsek Parigi tersebut.

Kasus itu sendiri bermula dari Iptu I Dewa Gede Nurate yang mengirim pesan mesra ke anak seorang tersangka yang ditahan di Polsek. Diduga, oknum polisi ini mengajak korban untuk berhubungan dengan janji akan membebaskan ayah korban.

"Chat mesra ada di kami. Ini bukan hanya sebatas oknum meraba, merayu, atau memegang-megang tubuh korban, akan tetapi melakukan hubungan intim terhadap korban yang diduga kuat korban dijanjikan beberapa hal, salah satunya membebaskan ayah korban yang sedang ditahan, kemudian dijanjikan dikasih uang," ujar pengacara korban, Akbar, melalui sambungan telepon seluler, Senin (18/10/2021).

Andi Akbar Panguriseng kuasa hukum keluarga korban S juga menyatakan pihak korban tidak mau berdamai dengan Kapolsek Parigi Moutong.

Keluarga korban berharap, Iptu IGDN dipecat dari Polri dan dipenjara atas perbuatannya tersebut.

“Tidak ada kata damai. Proses hukum harus terus jalan. Kami mendampingi korban dan keluarga melaporkan ke Polda Sulteng atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual dan tipu muslihat,” kata Andi Akbar seperti dilansir Antara, Rabu (20/10/2021).


(*)

Powered by Blogger.