Curhat Ibu-Ibu Pedagang Dianiaya Preman yang Malah Berujung Jadi Tersangka

D'On, Deliserdang (Sumut),- Curhatan seorang ibu-ibu pedagang di pasar baru-baru ini menuai sorotan publik. Sebab, ia mengaku dianiaya oleh preman pasar, tapi alih-alih jadi korban, justru berujung berstatus tersangka.


Momen tersebut diceritakan seorang ibu-ibu bernama Rosalinda Gea di Facebook pada Kamis (7/10/2021). Dalam beberapa video yang diunggah, tampak Rosalinda sedang berada di pasar, diakui bersama anaknya yang masih berusia 13 tahun.

Adapun suasana menjadi riuh ketika sejumlah pria diduga sebagai preman berusaha merebut tas milik Rosalinda. Tak diketahui penyebabnya, hanya aksi tersebut sampai membuat warga berusaha menghentikan.

“Ini lah hukum di Indonesia. Ini akulah yang korban, yang dianiayai empat orang premanisme, 5.september 2021, beberapa hari yang lalu di Pajak Gambir, aku pula lah yang jadi tersangka,” kata Rosalinda dalam unggahannya.

Peristiwa tersebut terjadi di Pasar Gambir, Tembung, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Selain mengunggah rekamannya tengah dianiaya oleh diduga preman, Rosalinda juga membagikan surat panggilan polisi berisi dirinya ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, dari unggahannya yang lain, Rosalinda memperlihatkan kondisi terbaru berada di rumah sakit. Ia tampak sedang diopname, terbaring di tempat tidur dengan infus menempel di tangan. Bukan cuma dirinya, sang anak pun mengalami kejahatan serupa.

“Sama siapa lagi aku mengadu tentang keadilan ini, Pak,” kata Rosalinda mengunggahnya di grup “Prof. Yasonna H. Laoly, PH.D., Menkumham (2019-2024).”

Seketika unggahan tersebut viral, ditonton dan direspons hingga ribuan orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang merasa heran dan sedih melihat kejadian tersebut.

“Loh, kok, bisa? Apa alasannya dijadikan sebagai tersangka? Bukannya seharusnya jadi korban?” kata akun Sani Daeli.

“Ikuti saja proses penyidikannya. Kalau yakin tidak bersalah, silahkan prapidana. Banuada yang Advokat ba Medan tidak mungkin tutup mata. Ibu tetap semangat,” sebut akun Toto.

“Sangat miris ini, jadi pembelajaran bagi kita semua bahwa licik dan kekerasan lebih hebat dan lebih kuat dari hukum, sampai sudah mengajari kita yang lemah. Yang pasti, saatnya kita semua kompak harus lebih pintar dari orang-orang seperti mereka. Kuat, ya, Ibu,” ujar akun Fan Daya. 

(mdk/bob)


Powered by Blogger.