6 Hadis Tentang Berbakti Kepada Ibu

Dirgantaraonline.co.id,- Ibu merupakan sosok yang penting yang dalam kehidupan rumah tangga, saudara maupun masayarakat. Menjadi orang yang berjasa dalam hidup, mulai dari mengandung hingga membesarkan dan merawat anaknya hingga tumbuh dewasa.

Sebagai seorang anak sudah sepatutnya berbakti kepada Ibu. Di dalam Islam pun sosok Ibu menempati tempat yang istimewa dan paling mulia. Oleh karena itu kami mengumpulkan beberapa hadis tentang berbakti kepada Ibu yang bisa kita ketahui. Yuk disimak.


Hadis Tentang Berbakti Kepada Ibu

1. Pentingnya Berbakti Kepada Ibu

Hadis  ini menerangkan tentang kedudukan Ibu di atas Ayah dalam arti Ibulah yang pertama harus kita prioritaskan dalam hal berbakti.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” [HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548].

2. Surga Berada di Telapak Kaki Ibu

Hadis ini dikeluarkan oleh Imam an-Nasa-i (6/11), al-Hakim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu datang kepada Nabi Muhammad dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya: “Wahai Rasulullah! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab: “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

3. Mustajabnya Doa Ibu

Doa kedua orang tua kepada anaknya merupakan doa yang tidak akan tertolak terutama doa Ibu, karena dalam beberapa hadis banyak menyebutkan tentang kedudukan Ibu lebih tinggi dari Ayah.

Maka berbaktilah kepada kedua orang tua dan mintalah doa kepadanya, dan juga Momssebagai pengingat, jangan sekali-kali sebagai orang tua mendoakan kejelekan kepada anak, baik di sengaja maupun tidak, karena doa tersebut akan di ijabah oleh Allah.

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: “Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: do’a kedua orang tua terhadap anaknya, do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan, do’a orang yang dizhalimin.” [HR. Al-Bukhari]

4. Ridha Allah Terdapat Ridha Ibu

Kedudukan Ibu sangatlah mulia, keridhaan terhadap anaknya disamakan dengan ridha Allah, sehingga penting menjaga hak-haknya dan penting untuk berbakti kepada Ibu agar selalu mendapatkan keridhaannya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ

Artinya: “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ [Al Bukhari dalam Adabul Mufrod ]

5. Haram Durhaka Kepada Ibu

عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” [HR Bukhari dan Muslim]

6. Kewajiban Berbuat Baik Kepada Ibu

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [QS. Al-Ahqaf Ayat 15].

Itulah beberapa hadis tentang Ibu yang bisa menjadi pengingat agar senantiasa selalu berbakti dan menghormati Ibu dan orang tua. Sebagai calon orang tua atau baru menjadi seorang Ibu, kita juga bisa memberikan ilmu ini kepada anak di masa yang akan datang, Moms.


(Abu Khalil)

Powered by Blogger.