Rudal Israel Bunuh Penyandang Disabilitas, Wanita Hamil dan Anak Palestina

D'On, Palestina,- Eyad Salha, Amani dan Nagham sedang bersiap-siap untuk makan siang di kediamannya di kamp pengungsi Deir el-Balah, Jalur Gaza pada Rabu 19 Mei 2021. Tak disangka, kumpul satu keluarga itu jadi yang terakhir kalinya, setelah rudal militer Israel menghantam Deir el-Balah dan seketika menewaskan mereka.

Eyad Salhad adalah bapak Nagham dan suami Amani. Eyad yang berusia 33 tahun, selama belasan tahun terakhir menjadi penyandang disabilitas. Kakinya sudah tidak normal dan sehari-harinya dibantu kursi roda untuk beraktivitas.

“Apa yang dilakukan kakakku? Dia hanya duduk di kursi rodanya. (Dia) tidak dapat berjalan selama 14 tahun dan bukan seorang pejuang bersenjata,” kata Omar Salha (31), adik Eyad, di kamar mayat setelah melihat jenazah sang kakak, dilansir dari AFP, Jumat 21 Mei 2021.

Kata Omar, istri sang kakak sedang hamil besar dan tinggal hitungan hari menunggu hari lahir anak kedua. Sementara Nagham, putri pertamanya yang mungil belum genap berusia lima tahun.

“Apa yang pernah dilakukan putrinya? Apa yang dilakukan istrinya? Mereka baru saja bersiap-siap untuk makan siang,” ujar Omar.

Tinggal di kamp pengungsian, Omar bilang sang kakak dan keluarganya selama ini hidup bergantung pada bantuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Di rumah itu pula, dia tidak hidup sendiri. Omar berkata, sang kakak berbagi tempat dengan tiga kerabatnya. Tapi, beruntung mereka sedang tidak di rumah saat rudal Israel memborbardir.

Wakil menteri kesehatan Yousef Abu al-Rish, mengutuk serangan itu. Serangan Israel yang membuhuh orang tak bersalah tak lebih dari sebuah kejahatan kemanusiaan.

“Berapa banyak lagi yang harus mati agar dunia dapat menumbuhkan hati nurani?” katanya.

Sejak serangan mengudara pada 10 Mei, sebanyak 230 orang warga Palestina tewas, 65 di antaranya anak-anak.


(AFP)

Powered by Blogger.