Breaking News

Tuntut Rizieq Shihab Bebas, Terduga Teroris Bekasi Ngaku mau Ngebom SPBU

D'On, Jakarta,- BS, terduga teroris yang dicokok di Bekasi beberapa waktu lalu mengaku punya rencana aksi pengeboman SPBU karena tuntut Habib Rizieq dibebaskan. Bagaimana selengkapnya? Simak artikel berikut ini.

Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah orang terduga teroris pasca bom Gereja Katedral Makassar di beberapa tempat. Di Jakarta, Bekasi dan Tangerang Selatan sendiri terdapat lima orang terduga teroris yang terkait jaringan bom tersebut.

Kelima terduga teroris itu mengaku sebagai simpatisan Front Pembela Islam alias FPI, termasuk Bambang Setiono alias BS yang berusia 43 tahun. Ia mengakui hal tersebut dalam sebuah video singkat. Bambang Setiono merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bekasi.

Dalam video tersebut, BS mengaku menjadi anggota simpatisan FPI sejak bulan Desember 2020 lalu. Tak cuma itu, BS juga membuat pengakuan terkait aksi bom yang ia rencanakan.

BS mengatakan, ia sebenarnya memiliki rencana untuk melakukan aksi penyerangan dengan bom molotov. Aksi tersebut ditujukannya ke pom bensin alias SPBU. Lebih lanjut, BS menyebut, mendapat bahan pembuat molotov dari rekannya di Sukabumi.

Bukan tanpa alasan BS ingin melakukan penyerangan ‘ngebom’ SPBU. Hal tersebut dilakukannya dengan alasan karena ia menuntut eks Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dibebaskan.

“Saya Bambang Setiono menjadi simpatisan FPI sejak awal Desember 2020. Membuat bahan dari black powder dari Zulaimi Agus di Sukabumi. Merencanakan aksi penyerangan kepada SPBU dengan bom molotov untuk menuntut bebas HRS,” kata Bambang dikutip Suara, Minggu 4 April 2021.

Bambang melanjutkan, pembuatan bahan peledak oleh Zulaimi Agus berdasarkan perintah Husein Hasny. Husein sendiri merupakan terduga teroris yang ditangkap di Condet, Jakarta Timur.

“Mengetahui pembuatan bahan HCL03 oleh Zulaimi Agus atas perintah habib Husein Hasny di Condet,” ujar Bambang.

Lebih jauh, Bambang juga mengaku memiliki rencana melakukan aksi pelemparan bom kepada etnis Tionghoa, juga tempat usaha milik etnis Tionghoa.

“Merencanakan aksi pelemparan bom kepada orang China dan toko usaha China. Merencanakan aksi penyerangan memakai ketapel dan peluru gotri jika terjadi kerusuhan saat demo,” katanya.

Bambang melanjutkan, Husein Hasny juga disebut memiliki rencana menyerang aparat kepolisian, dengan menggunakan air keras.

“Mengetahui rencana penyerangan air keras oleh Habib Husein Hasny kepada petugas kepolisian. Berencana mengajarkan laskar-laskar FPI cara membuat bahan aceton,” kata dia.


(hops)