Densus 88 Masih Selidiki Kaitan FPI dengan 4 Terduga Teroris di Jakarta dan Bekasi

D'On, Jakarta,- Tim Densus 88 Anti Teror masih menyelidiki kaitan empat terduga teroris ditangkap di Bekasi dan Jakarta dengan ormas telah dibubarkan pemerintah yakni Front Pembela Islam (FPI). Penyelidikan dilakukan tim Densus 88 setelah menemukan sejumlah atribut FPI usai menangkap terduga teroris tersebut pada Senin (29/3) kemarin.

"Sekali lagi Polri, khususnya Densus 88 akan bekerja secara profesional. Dari bukti-bukti yang ada, tentunya akan dapat menjelaskan pihak-pihak ya terlibat di dalamnya dan bagaimana keterlibatan mereka itu. Sampai saat ini Densus masih bekerja, belum menyimpulkan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (31/3).

Rusdi mengatakan, Densus 88 akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Rusdi juga belum memastikan apakah akan memanggil mantan petinggi FPI terkait temuan tim Densus 88 saat melakukan penggerebekan.

"Sekarang masih bekerja Densus, kita lihat saja nanti perkembangannya," pungkasnya.

Diketahui. tim Densus 88 dan Polda Metro Jaya menggerebek tempat persembunyian terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Dua lokasi itu berada di Bengkel Sinergi Motor, Jalan Raya Cikarang, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan di Jalan Raya Condet Nomor 1, RT 005/RW 003, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dari dua lokasi tersebut, empat terduga teroris itu yakni ZA (37), BS (43) dan AJ (46) yang ditangkap di Bekasi. Sementara seorang lainnya berinisial HH (56) ditangkap di Kramat Jati.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti termasuk adanya atribut Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) seperti kaos dan topi.

Kemudian buku-buku, senjata tajam, poster, bahan-bahan kimia dan beberapa pakaian serta topi. Polisi juga mengamankan Kartu Tanda Anggota (KTA) milik salah seorang pengurus Front Pembela Islam (FPI) serta atribut milik Laskar Pembela Islam (LPI). Dalam KTA itu, tertulis nama Husein Hasny sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad dengan NIF: 11.03.05/004.

Barang bukti disita dalam operasi penangkapan terduga teroris di Condet Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dipampang di Mapolda Metro Jaya. Barang bukti itu dijejerkan di atas meja ukuran panjang yang disediakan di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran menyatakan belum mau menyimpulkan kaitan antara kaos dan topi berlogo FPI dan LPI dengan empat terduga teroris yang diamankan. Menurut Fadil, hal itu menjadi ranah Densus 88 Antiteror untuk menelusuri lebih jauh.

"Semua barang bukti yang ditemukan akan menjadi temuan awal dari teman-teman penyidik Densus 88 Antiteror. Iya termasuk itu (FPI), jika ada keterkaitan itu kan," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/3). 

(mdk/gil)


Powered by Blogger.