Tolak Keberatan Trump, Senat AS Lanjutkan Sidang Pemakzulan

D'On, Amerika Serikat,- Senat Amerika Serikat memutuskan menolak keberatan yang diajukan kuasa hukum mantan Presiden Donald Trump dan melanjutkan sidang pemakzulan.

Seperti melansir cnnindonesia.com, Rabu (10/2), sebanyak 56 Senator mendukung sidang pemakzulan Trump dilanjutkan, termasuk enam Senator dari Partai Republik.

Mereka menyatakan sidang pemakzulan itu sesuai dengan undang-undang dasar.

Sedangkan yang menolak sidang pemakzulan dilanjutkan hanya 44 senator.

Enam Senator Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump adalah Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania, dan Mitt Romney dari Utah.

Bill mulanya menolak pemakzulan, tetapi sikapnya berubah dalam pemungutan suara di Kongres pada Selasa (9/2).

"Saya mengatakan memutuskan hal itu dengan pikiran terbuka," kata Cassidy.

Kuasa hukum Trump, David Schoen, menyatakan keberatan jika sidang pemakzulan Trump digelar. Dalam argumen yang disampaikan selama empat jam, Schoen mengatakan upaya pemakzulan yang diusulkan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan itu penuh dengan kebencian karena mereka merasa akan kehilangan kekuasaan.

Selain itu, Schoen mengatakan sidang pemakzulan itu bisa berdampak merusak kepercayaan penduduk AS.

Selain itu, dia juga mengatakan upaya pemakzulan itu tidak sesuai undang-undang dasar karena Trump sudah tidak menjabat.

Dewan Perwakilan mengusulkan pemakzulan sepekan sebelum Trump lengser dari jabatannya.

menuduh Trump menghasut para pendukungnya melalui ucapannya dalam pidato hingga memicu kerusuhan dan penyerbuan ke Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu.

Saat itu Trump menuduh ada indikasi kecurangan dalam pemilihan umum 2020, yang sampai saat ini tidak bisa dibuktikan.

Ketika peristiwa itu terjadi, Kongres tengah menggelar rapat untuk mengesahkan hasil pemilihan umum 2020. Alhasil, rapat itu harus ditunda dan dilanjutkan pada 7 Januari, dengan mengesahkan kemenangan Joe Biden dan Kemala Harris dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

Dilaporkan lima orang, termasuk seorang polisi, meninggal dalam kejadian itu.

(LJC)

No comments

Powered by Blogger.