Ini Alasan Mahfud MD Ijinkan Massa FPI Jemput Rizieq Shihab di Bandara Soetta

D'On, Jakarta,- Kehadiran ribuan jamaah yang menyambut kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tanggerang, tak lepas dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

Mahfud memperbolehkan para jamaah menjemput Habib Rizieq di bandara, dengan catatan patuh terhadap protokol kesehatan.

Mahfud membeberkan alasan mengapa pada akhirnya mengizinkan penjemputan Habib Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta pada saat itu. Menurutnya, pemberian izin tersebut adalah diskresi yang dikeluarkan untuk menghindari adanya kericuhan di berbagai tempat jika tak diperbolehkan menjemput. 

"Itu yang disebut diskresi. Karena pertimbangannya pada waktu itu kalau tidak diizinkan kita khawatir meletus di berbagai tempat. Salurkan saja ke bandara," kata Mahfud dalam tayangan podcast bersama Deddy Corbuzier dilihat, Rabu (13/1/2021).  

Dia menjelaskan, pelanggaran protokol kesehatan barulah terjadi ketika Habib Rizieq menggelar acara di Petamburan. Selama di bandara, dia mengklaim proses penjemputan berjalan tertib. 

Meskipun, sambungnya, ada beberapa fasilitas umum seperti kursi yang rusak dan dinilainya bukanlah hal yang serius. Menurutnya, rusaknya kursi lantaran para jemaah sangat bersemangat menjemput pimpinannya.

"Pelanggaran itu terjadi di Petamburan, bukan di airport, karena diskresi. Di aiport itu tertib, mereka tidak merusak apa-apa, bahwa ada kursi rusak itu karena mereka terlalu bersemangat dan mereka punya niat baik untuk mengganti," katanya.

Mahfud pun menyebut bahwasanya jumlah massa yang datang ke handara untuk menjemput Rizieq tidak mencapai jutaan. Bahkan, dia menyebut FPI menempelkan foto-foto saat demonstrasi 212 untuk membuat kesan penjemputan Rizieq berjalan meriah. 

"Memang provokasi terlalu besar seakan-akan mereka dijemput oleh jutaan orang ya. Padahal siaran itu ditempeli foto 212 yang memang ratusan ribu atau jutaan orang. ini Habib Rizieq datang, dijemput gambarnya gambar yang lain," ucapnya. 

Secara teknis, papar Mahfud, kapasitas dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta hanya mampu menampung paling banyak 10.000 orang. Oleh karenanya, sambungnya, jika ada yang menyebut massa yang menjemput mencapai jutaan itu hanyalah omong kosong.

"Ini kalau secara teknis di Terminal 3 itu enggak muat 10.000 orang. Jadi tiga juta itu omong kosong. coba aja secara teknikal muat enggak? Enggak muat," jelasnya. 

Guna memastikan bahwa yang menjemput Habib Rizieq tak mencapai jutaan, Mahfud menggunakan cara lain. Dia mencari sebuah aplikasi yang dapat menghitung jumlah orang yang datang di Terminal 3, dan hasilnya didapatkan bahwa hanya 13 ribu orang saat porses penjemputan Rizieq. 

"Lalu saya cari hitung-hitungannya yang ilmiah, ilmiah itu dimuat oleh Google ya jam 14.20, berapa yang datang saat itu, hasilnya 13.621 orang ada di bandara," ucapnya.

Sekadar informasi, Habib Rizieq Shihab, tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), dari Araab Saudi pada Selasa (10/11/2020) pagi. Maskapai penerbangan Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 816 yang membawa Rizieq tiba di Bandara Soetta sekira pukul 08.37 WIB. 


(DC/okz/mond)

Powered by Blogger.