Aksi Polisi Gerebek Komplotan Pembobol Bank jadi Tontonan Anak-anak


D'On, OKI (Sumsel),-
Berakhir sudah komplotan pembobol rekening bank dengan modus tipu sana tipu sini asal Desa Lebung Gajah, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumsel. Setelah berhasil ditangkap Bareskrim Mabes Polri didukung satu pleton Brimob Polda Sumsel, serta personel dari Polres OKI.

Dalam penggerebekan yang menjadi tontonan warga termasuk anak-anak ini, enam tersangka berhasil diamankan di rumah masing-masing tanpa perlawanan. Polisi juga membawa sejumlah barang untuk dijadikan barang bukti seperti sepeda motor dan berangkas diduga berisikan uang hasil penipuan dan pembobolan rekening.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, disebutkan bahwa pelaku telah lama diintai dan beraksi dari rumah di desa setempat dengan para korban rata-rata di Jakarta.

“Penangkapan dilakukan kemarin pukul 05.00 WIB, total ada enam orang yang diamankan. Seluruhnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Mereka semua sama-sama tinggal di Desa Lebung Gajah, namun ditangkap di rumah masing-masing,"jelas Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2020).

Dijelaskan Alamsyah, jaringan ini telah menjadi target operasi dan setelah dilakukan pengintaian petugas gabungan segera mendatangi lokasi tersebut.

“Personel yang diturunkan ada 100 orang, dan satu pleton Brimob dengan peralatan lengkap. Dengan kekuatan penuh tersebut para tersangka tidak bisa melawan. Personel yang dikerahkan gabungan dari Mabes Polri, Polda Sumsel dan backup Polres OKI," katanya.

Sedangkan untuk barang bukti yang terkait, Alamsyah tidak mengetahui secara pasti karena pihaknya hanya memberikan dukungan.

“Untuk pastinya barang bukti seluruhnya ada kaitan dengan tindakan penipuan tersebut. Salah satunya sepeda motor dan brangkas yang berisikan uang tunai," katanya.

Ditambahkan juga bahwa, modus para pelaku dalam melancarkan aksinya yakni melakukan pelacakan nomor rekening yang hendak dibobol. Para tersangka ini mempunyai sistem untuk mengacak nomor rekening yang kira-kira dapat dibobol, setelah didapati target maka pelaku segera menguras rekening tersebut.

“Iya, mereka melakukan tindakan dari rumah, dan rata-rata korbannya berada di Jakarta," pungkasnya.

(kha/seo/okz)


No comments

Powered by Blogger.