Presiden Filipina Rodrigo Duterte Akui Telah Gagal Atasi Corona

D'On, Filippina,- Sangat kontras dengan kampanye perang narkobanya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte kini justru mengaku kewalahan mengatasi pandemi Virus Corona. Dalam pidato terbarunya, Duterte bahkan menyebut bahwa pemerintahannya telah gagal mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Seperti dilansir dari France24 pada Senin (3/8), pernyataan kegagalan dilayangkan Duterte ketika dirinya mengumumkan kembali penguncian untuk warga Filipina.

Hampir sama seperti Melbourne di Australia, Filipina memang diketahui baru saja kembali menetapkan aturan lockdown. Meski begitu, Filipina tercatat baru mulai memberlakukan lockdown terhitung mulai Selasa (4/8).

Sementara itu, lonjakan kasus di Filipina sendiri dilaporkan telah menggembung hingga lima kali lipat sejak awal Juni kemarin. Dalam pantauannya terkini, Worldometer mencatat kasus infeksi di Filipina telah mencapai angka 106.330. Sedangkan, kasus kematian akibat COVID-19 telah menyentuh angka hingga 2.104 jiwa.

Kemudian, pada Minggu (2/8), Filipina juga telah mengumumkan rekor jumlah infeksi sebanyak 5.032 kasus.

"Kami benar-benar gagal. Tidak ada yang bisa mengantisipasi ini. Tidak ada yang mengira ribuan akan jatuh sakit dalam satu hari," ucap Duterte sembari menolak usulan pemecatan Menteri Kesehatan Francisco Duque.

Sementara itu, penguncian anyar yang diumumkan Duterte pada Minggu malam diketahui berlaku untuk ibu kota Manila serta empat provinsi sekitarnya. Selama dua minggu ke depan, rezim Duterte pun akan mengunci akses transportasi umum hingga penerbangan domestik.

Selain menghentikan arus transportasi, Duterte juga menyuruh warga untuk selalu tinggal di dalam rumah. Meski begitu, Duterte tetap memberi ruang bagi kebutuhan mendesak atau kepentingan olahraga di luar ruangan.

Tidak hanya itu, Duterte juga hanya mengizinkan sejumlah kecil bisnis untuk beroperasi. Sementara khusus restoran, warga tetap wajib membawa pulang makanan alias take-away.

Sebelumnya, Duterte sempat mendapatkan tekanan dari 80 asosiasi medis yang mewakili puluhan ribu dokter Filipina. Dalam seruannya Sabtu (1/8) lalu, puluhan asosiasi medis ini pun menuntut Duterte agar mau memperketat pembatasan Virus Corona. Terlebih lantaran rumah sakit dinilai sudah tidak mampu mengatasi gelombang masuknya pasien COVID-19.

Tidak lama setelah itu, Duterte langsung sigap mengabulkan permintaan asosiasi medis dan mengunci Manila dan sekitarnya. Menyambut keputusan ini, kelompok asosiasi medis Filipina pun langsung menyatakan akan segera memperbaiki sistem untuk mengatasi lonjakan pasien.

Meski begitu, seruan petugas medis untuk aturan penguncian sebenarnya juga tidak terlepas dari fakta bahwa banyak pekerja yang menjadi korban penularan. Departemen Kesehatan Filipina bahkan mencatat bahwa dalam sepekan terakhir ini saja, ada lebih dari 5 ribu pekerja medis yang tertular virus.

Selain itu, 38 petugas medis juga disebutkan telah ikut menjadi korban jiwa karena COVID-19.

(France24/akr/mond)

No comments

Powered by Blogger.