Penampakan Paus Bungkuk Albino, Diyakini Hanya 1 Ekor di Dunia

D'On, New South Wales,- Seorang fotografer telah mengambil foto langka yang diyakini sebagai satu-satunya paus bungkuk albino di dunia. Paus bungkuk albino sepanjang 40 kaki yang lebih dikenal sebagai Migaloo, terlihat berenang bersama kawanan paus lain di perairan New South Wales, Australia.

Salah satu foto diambil dari seorang pelaut yang memiliki jarak dekat paus bungkuk. Sementara foto berikutnya diambil oleh Craig Parry, yang berada empat mil dari Cape Byron, di mana penemuan yang luar biasa itu ditemukan.

"Ada banyak sekali penampakan paus putih Migaloo menuju utara antara pantai selatan NSW dan Teluk Byron. Semoga kita bisa bertemu dengan teman lama kita pada tahap tertentu,” terang Craig, sebagaimana dilansir VT, Senin (24/8/2020).

Craig pun mengunggah foto paus tersebut di akun media sosial Instagram-nya. Pria berusia 41 tahun itu pun tidak lupa menyertakan caption yang bertuliskan: 

“Geser ke kanan untuk melihat potongan ekor secara mendetail, para ilmuwan menggunakan ini untuk mengenali Humpbacks.”

Selain itu Craig juga mengatakan bahwa tidak banyak pencapaian yang diperoleh sebagai seorang seniman. Tapi ia tidak bisa memungkiri bahwa menghabiskan momen bersama Migaloo adalah salah satu hal yang paling berkesan dalam hidupnya.

“Tahun ini terlihat sangat menginspirasi bagi saya saat mencapai Barrier Reef / Tonga / Afrika dan Eropa. Ini adalah tahun saya ingin membantu menghubungkan umat manusia kembali ke alam,” lanjutnya.
Unggahan foto paus bungkuk albino itu pun mendapat tanggapan dari Pacific Whale Foundation. Ia mengatakan bahwa Migaloo dianggap sebagai paus bungkuk paling terkenal di dunia. Bahkan ia menjadi satu-satunya paus bungkuk dewasa yang berkulit putih murni.

"Paus yang luar biasa ini pertama kali terlihat pada 1991 di lepas pantai Teluk Byron, Queensland oleh sekelompok sukarelawan yang melakukan penghitungan paus. Foto pertama Migaloo diambil melalui teleskop dari jarak lebih dari 5 km,” tulis Pacific Whale Foundation.

Kala itu penampakan Migaloo masih kabur dan tidak jelas apakah dia memiliki kulit putih secara keseluruhan. Pada 1993, para peneliti Pacific Whale Foundation menemukan paus putih yang menakjubkan ini di Teluk Hervey, Queensland.

Selama pertemuan ini para peneliti dapat memastikan bahwa paus itu memiliki kulit yang seluruhnya berwarna putih. Pada 1998 peneliti merekam nyanyian paus, yang merupakan suatu sifat yang berbeda pada setiap paus bungkuk jantan
Pengujian genetik pada tahun 2004 oleh para ilmuwan Southern Cross University lebih jauh memastikan bahwa Migaloo adalah jantan. Ini mengkonfirmasi karena Migaloo telah direkam bernyanyi dan hanya paus bungkuk jantan yang menghasilkan nyanyian.

“Ada sejumlah cara ilmuwan mengidentifikasi Migaloo. Ciri yang jelas adalah bahwa dia semua berkulit putih, tetapi kami juga menggunakan ciri fisik lainnya seperti sirip punggungnya agak bengkok dan cambuk ekornya memiliki bentuk yang khas, dengan tepi berduri di sepanjang sisi trailing yang lebih rendah,” tuntasnya.

(VT/okz)

No comments

Powered by Blogger.