Imam Besar dari Djibo yang Diculik Pria Bersenjata Ditemukan Meninggal

D'On, Ouagadougou (Burkina Faso),- Souaibou Cisse, imam besar dari Djibo, wilayah utara Burkina Faso ditemukan tewas pada Sabtu (15/8). Ia sebelumnya diculik oleh sejumlah pria bersenjata tak dikenal sejak awal pekan lalu.

Cisse juga merupakan kepala komunitas Muslim Provinsi Soum di wilayah Sahel, negara Afrika tersebut. Penculikan yang dialaminya diketahui terjadi ketika kembali dari ibu kota Ouagadougou, di sepanjang area Namsiguia-Djibo di mana tubuhnya ditemukan.

Pria berusia 73 tahun itu dilaporkan tengah berada dalam bus umum, saat tiba-tiba sejumlah orang tak bersenjata datang dan mencegatnya, hingga kemudian membawanya. Cisse selama ini dikenal karena jasanya dalam menyatukan umat Kristen dan Muslim di Burkina Faso.

Cisse juga dipandang sebagai sebagai pemimpin agama moderat di Djibo, yang menolak meninggalkan kota meskipun berulang kali diancam teroris. Djibo berada 203 kilometer (126 mil) di utara Ouagadougou dan 45 kilometer (30 mil) dari perbatasan dengan Mali.

“Pemimpin Djibo meninggal dunia, tetapi Burkina Faso akan selalu mengingat panggilan di gelombang radio lokal, pesan yang dia sampaikan setiap kali dia memiliki kesempatan untuk menyerukan perdamaian, toleransi dan untuk mencegah radikalisasi di wilayah tersebut. Juga untuk memastikan bahwa anak muda tidak direkrut [oleh kelompok militan] di utara Burkina Faso,” ujar Roger Sawadogo, jurnalis di Radio Notre Dame du Sahel, dilansir Anadolu Agency, Kamis (20/8).

Ketua ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat mengatakan sangat sedih mengetahui tentang pembunuhan yang terjadi terhadap imam Djibo di Burkina Faso. Ia dengan keras mengutuk tindakan keji dan biadab tersebut, serta telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Cisse.

Presiden Burkina Faso Roch Marc Christian Kabore juga mengecam pembunuhan Cisse. Ia mengatakan sangat sedih atas pembunuhan keji dan biadab dari seorangi imam besar Djibo.

"Pembunuhan tokoh agama ini, ketua komunitas Muslim di provinsi Soum, menunjukkan sifat pelakunya yang sangat tidak manusiawi," jelas Kabore.

Kabore mengutuk pembunuhan keji itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga imam dan komunitas Muslim di Burkina Faso.Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Beberapa kelompok militan beroperasi di wilayah sekitar Burkina Faso diketahui diantaranya adalah Boko Haram, Alqaidah di Maghreb Islam dan kelompok teroris lainnya di Mali utara. Selama beberapa bulan terakhir, Djibo berada di bawah ancaman yang meningkat, dengan kelompok-kelompok bersenjata memberlakukan blokade di kota tersebut, yang menyebabkan kekurangan kebutuhan dasar secara teratur.

Pada Juni, Kabore menjanjikan kembalinya pasukan keamanan di Djibo. Konflik terus berlanjut dan meningkat hampir dua kali lipat di wilayah Sahel Afrika meskipun ada pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) sejak awal tahun ini.

Mantan wali kota Djibo Oumarou Dicko dilaporkan pernah mengalami insiden serupa Cisse. Ia ditemukan terbunuh pada 3 November 2019 di daerah yang sama dengan imam tersebut.

Diperkirakan 900.000 orang mengungsi di Burkina Faso pada Juni, dengan lebih dari separuh pengungsi adalah anak-anak, menurut Dewan Nasional untuk Bantuan dan Rehabilitasi Darurat. Pada bulan yang sama, Human Rights Watch mengatakan kuburan massal yang berisi 180 jenazah telah ditemukan di Djibo.

Sumber: republika/Anadolu Agency

No comments

Powered by Blogger.