Warga Korea Utara yang Tak Pakai Masker Harus Jalani Kerja Paksa 3 Bulan


D'On, Pyongyang (Korut),- Warga Korea Utara dilaporkan akan dikenai tiga bulan kerja paksa jika tidak memakai masker, seriring dengan dikeluarkannya peraturan baru yang tegas.

Peraturan itu adalah bagian dari pencegahan penyebaran virus corona di negara tertutup itu.

Para siswa nantinya akan ditugaskan untuk melakukan "patroli masker", untuk memastikan semua warganya memekai masker, ujar pejabat Korea Utara kepada Radio Free Asia.

Mereka yang kedapatan tidak memakai masker di tempat umum, harus melakukan kerja paksa selama tiga bulan.
belum secara resmi mencatat satu pun kasus virus corona.

Namun Korea Utara telah mengambil langkah-langkah pencegahan intensif, termasuk larangan pertemuan, perintah untuk mengenakan masker dan karantina wajib bagi pekerja perbatasan.

Namu, pada April lalu, para pejabat mengungkapkan lewat kuliah umum bahwa ada kasus konfirmasi virus corona di Korea Utara pada awal Maret lalu.

Para dosen, yang berbicara dengan organisasi dan kelompok pengamat lingkungan, mengatakan ada sejumlah kasus di dalam negeri.

Meski mereka tidak menyebut angka pasti, namun mereka menyebut ada dua sumber penyebaran, yaitu satu di Pyongyang dan satu di provinsi Ryanggang.

Para ahli asing pun meragukan klaim Korea Utara yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kasus virus corona.

Kim Jong Un Puji Korea Utara atas Kesuksesan Gemilang Negaranya Melawan Covid-19

Awal bulan Juli lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji keberhasilan negaranya melawan virus corona yang ia sebut "kesuksesan gemilang," NDTV mengabarkan mengutip KCNA.

Kepala negara totaliter itu berbicara pada pertemuan politbiro Partai Buruh pada hari Kamis untuk membahas dampak virus, enam bulan setelah Korea Utara menutup perbatasan dan membuat ribuan orang diisolasi.

KCNA melaporkan bahwa setelah mengkaji upaya-upaya, Kim Jong Un mengatakan "Kita telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas" dan "mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun krisis kesehatan terjadi dunia".

Kim Jong Un menyebut "keberhasilan yang gemilang" diraih oleh kepemimpinan Komite Pusat Partai yang berpandangan jauh ke depan.

Kim juga memuji semangat sukarela yang ditunjukkan kepada semua orang yang bergerak sesuai perintah Komite Sentral Partai, tulis KCNA.

Namun ia juga menekankan perlunya mempertahankan kewaspadaan maksimum terutama mengingat wabah masih terjadi di negara-negara tetangga.
Seperti yang dilansir NDTV, Pyongyang belum mengkonfirmasi satu kasus virus corona pun di Korea Utara.

Namun Korea Utara telah memberlakukan aturan ketat, termasuk menutup perbatasan dan sekolah, serta mengisolasi ribuan warganya.

Para analis mengatakan Korea Utara tidak mungkin bisa terhindar dari infeksi dari virus itu.

Para ahli juga menyebut sistem kesehatan Korut yang bobrok bisa memperparah keadaan.

Bulan lalu, seorang pakar hak-hak PBB memperingatkan terjadinya kerawanan pangan dan beberapa orang "kelaparan" sebagai hasil dari upaya Korea Utara untuk menangkal wabah.

Sebelum krisis virus corona, lebih dari 40 persen orang di Korea Utara sudah dianggap rawan pangan, dengan banyak yang menderita kekurangan gizi.

Menyentuh hampir setiap negara di muka bumi, Covid-19 telah menginfeksi setidaknya 15,4 juta orang dan merenggut sekitar 630.000 nyawa serta mengacaukan ekonomi.

(FA/NDTV)

No comments

Powered by Blogger.