Ekstremis Bakar Masjid di Palestina Dalam "Kejahatan Rasisme"

D'On, Ramallah (Palestina),- Sebuah masjid Palestina di dekat kota Ramallah Tepi Barat dibakar dalam serangan ekstremis, demikian dilaporkan media setempat.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan, Masjid di Al-Bireh di Ramallah juga dicat dengan grafiti yang berbunyi "tanah ini untuk orang Yahudi" dan "pengepungan untuk orang-orang Arab". Pada Senin (27/7/2020), Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengecam pembakaran itu sebagai "serangan rasis" oleh tersangka pemukim Israel.

"Kami meminta otoritas pendudukan (Israel) untuk bertanggung jawab penuh atas hal itu dan atas tindakan tak terkendali dan meningkatnya kekerasan oleh para pemukim," kata Shtayyeh sebagaimana dilansir Al Araby.

Menteri Ekonomi Israel Amir Peretz menyerukan agar "penyebar kebencian" di balik serangan itu untuk "dibawa ke pengadilan".

Pembakaran dan perusakan terhadap properti Palestina oleh pemukim ekstremis Israel biasanya disebut sebagai serangan "harga", sebuah eufemisme untuk kejahatan kebencian fundamentalis. Namun, penangkapan terkait kasus-kasus itu tersangka jarang terjadi.

Meskipun para pejabat tinggi Israel dan bahkan para pemimpin pemukim telah menolak serangan semacam itu, dan menyebutnya "tidak bermoral", Otoritas Palestina menganggap Israel, yang menduduki Tepi Barat dan menangani keamanannya, pada akhirnya bertanggung jawab atas kejahatan kebencian yang merajalela.

Israel juga telah mengizinkan ekspansi terus menerus dan penyebaran komunitas pemukim di menduduki Tepi Barat, yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Tahun lalu LSM Israel B'tselem mengatakan lalu bahwa serangan yang disebut "label harga" adalah "refleksi dari kebijakan Israel di Tepi Barat, yang membuat rumah, ladang, kendaraan dan barang-barang Palestina tidak terlindungi dan terus-menerus rentan terhadap serangan oleh para pemukim".

(al araby/wafa/okz)


No comments

Powered by Blogger.