Selingkuh, Kepala Dusun Meregang Nyawa Ditangan Adik Ipar


D'On, Jambi,- Seorang kepala dusun di Jambi harus meregang nyawa di kantor desanya sendiri. Ironisnya, korban dianiaya hingga tewas oleh adik iparnya sendiri. Dari informasi yang didapat, diduga korban selingkuh dengan istri pelaku.

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto saat dihubungi mengakui adanya kejadian tersebut. "Ya benar, ada kejadian penganiayaan yang menyebabkan terbunuhnya korban. Saat ini, tersangka sudah diamankan petugas," ungkapnya, Minggu 28 Juni 2020.

Terungkapnya kasus tersebut, berawal dari tersangka berinisial HF mengetahui terjadinya dugaan perselingkuhan antara korban dengan istrinya melalui isi pesan singkat dari handphone milik istrinya.

Pelaku sendiri mencurigai istrinya selingkuh sudah lama. Namun, belum mendapatkan bukti. Seiringnya waktu, dia mulai menyelidiki perselingkuhan istrinya dengan Doni Iskandar (40) yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) di Desa Koto Boyo, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Orivan Irnanda mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, perselingkuhan istrinya dan korban setelah dirinya mendapatkan bukti usai menyadap aplikasi WhatsApp istrinya.

Sebelumnya, aksi penyadapan tersebut, tersangka masih belum menemukan bukti percakapan apapun dari telepon genggam istrinya.

Namun, setelah beberapa hari berlalu barulah ternyata kecurigaan dirinya benar adanya. Dalam percakapan melalui WhatsApp tersebut, barulah terbukti adanya cerita perselingkuhan istri dan ipar pelaku.

Mengetahui adanya perselingkuhan tersebut, pada 24 Juni lalu pelaku langsung terbakar emosi. Tanpa dikomando, tersangka langsung mencari korban di Kantor Desa Bathin XXIV.

Mendapatkan korban berada di kantor desa, tanpa basa-basi, tersangka yang sudah kalap amarah tersebut langsung melakukan penusukan terhadap korban dengan sebilah pisau.

"Pelaku menusuk korban dengan sebilah pisau. Korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Mitra Medika, Muara Bulian," ujar Kasat.

Mendapatkan informasi penganiayaan tersebut, Polsek Bathin XXIV langsung mendatangi TKP. Beruntung, tidak butuh lama tersangka berhasil diamankan petugas.

"Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Batanghari. Akibat perbuatannya, pelaku kita kenakan Pasal 353 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," tegas Orivan.

(mond/)

No comments

Powered by Blogger.