Tidak Terima Dikritik, Trump Sebut Obama Presiden Tidak Berkompeten

D'On, Amerika Serikat,- Pandemi COVID-19 di Amerika Serikat (AS) telah menyulut hubungan antara Presiden Donald Trump dan mantan Presiden Barack Obama. Keduanya pun terlibat saling kritik. Jika sebelumnya Obama menyebut penanganan virus corona di AS sebagai bencana, Trump kini membalasnya dengan menyebut sang mantan itu tidak kompeten.

Dilansir dari The Independent, Trump ditanya wartawan pada Sabtu (16/5) tentang apa reaksinya terhadap kritik dari Obama.

"Ia adalah presiden yang tidak kompeten. Hanya itu yang bisa saya katakan. Sangat tidak kompeten," jawabnya meski mengaku belum mendengar seperti apa kritik sang mantan presiden.

Sebelumnya di hari yang sama, Obama berpidato kepada para lulusan perguruan tinggi dan universitas kulit hitam secara historis. Ia menegur presiden atas penanganan virus corona.

"Melebihi segalanya, pandemi ini benar-benar membuka tabir orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab. Mereka bahkan terang-terangan lepas tanggung jawab. Jadi, jika ingin dunia membaik, itu ada di tangan kalian," ucapnya pada para lulusan.

Dalam pidato terpisah untuk para siswa SMA yang disiarkan secara luas di TV dan internet, Obama tampaknya juga menyindir Trump.

"Lakukan apa yang menurutmu benar. Kalau anak kecil, ia hanya melakukan apa yang dirasanya enak, nyaman, dan mudah. Sayangnya, banyak orang dewasa, termasuk beberapa yang punya jabatan tinggi dan posisi penting, masih berpikiran seperti itu. Itu sebabnya banyak hal yang kacau," sindirnya.

Beberapa pekan sebelumnya, rekaman Obama yang menyebut respons Gedung Putih terhadap COVID-19 sebagai bencana yang benar-benar kacau. Tak ayal Trump geram dan mengumbar skandal yang disebutnya 'Obamagate.'

Dalam wawancara yang disiarkan Fox News, Trump memanfaatkan kesempatan itu untuk membahas skandal yang disebutnya sebagai penipuan politik terbesar dalam sejarah AS.

"Tidak mungkin skandal itu terjadi tanpa pria yang duduk di kursi kantor oval. Ia tahu segalanya," ungkapnya pada pembawa acar berita, Maria Bartiromo.

Bartiromo lantas bertanya apa Trump yakin Obama mengarahkan badan intelijen AS untuk mematai-matai ayah Ivanka Trump itu.

"Ya, dia mungkin mengarahkan mereka. Namun, meski tak mengarahkan mereka, ia tahu segalanya," tuding Trump.

(mond/fox news)

No comments

Powered by Blogger.