Jika Covid-19 Belum Berlalu, Pelaku UMKM Akan "Mengadu"

D'On, Padang,- Pandemi virus corona membuat perekonomian dunia terjun bebas. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyebut, akibat pandemi Covid-19, pelaku UMKM di Padang dipastikan ikut terdampak. 

"Akibat Covid-19, UMKM ikut terdampak," kata Mahyeldi usai menerima bantuan secara simbolis dari Bank Bukopin Padang di Balaikota,  Selasa (19/5/2020).

Dijelaskan Mahyeldi, sejak Covid-19 melanda, cukup banyak UMKM yang harus menyesuaikan diri. Bahkan ada yang mesti mengurangi karyawannya. Ditambah lagi daya beli yang terus menurun hingga beberapa UMKM terpaksa berhenti beroperasi.

"Ada UMKM yang memperkirakan usahanya hanya bisa bertahan hingga Juni nanti," kata Mahyeldi. 

Agar dapat terus beroperasi di bulan Juni ke depan, dibutuhkan modal besar.  Mahyeldi memperkirakan akan banyak pelaku UMKM yang mendatangi bank untuk meminjam uang sebagai modal usaha. 

"Diperkirakan pada bulan Juni nanti para pelaku UMKM akan mengadu ke pihak bank untuk meminjam modal usaha," sebut Wali Kota Padang.

Mahyeldi berharap tiap bank yang ada membantu para pelaku UMKM untuk memberikan modal pinjaman. Termasuk keringanan bagi para pelaku UMKM. 

"Dengan begitu roda perekonomian terus berputar," tutur wali kota.

Sementara itu,  Bank Bukopin Cabang Padang memberikan bantuan kepada petugas keamanan (security) dan cleaning service Kantor Balai Kota Aie Pacah. Sebanyak 100 paket sembako dibagikan.

"Bantuan dari Bank Bukopin sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi amal ibadah bagi Bank Bukopin serta seluruh jajarannya," kata Mahyeldi. 

Sementara Branch Manager Bank Bukopin Cabang Padang Mufti Dusky menuturkan bahwa Bukopin hadir membantu di masa Covid-19. Meski nominal tidak besar akan tetapi diharapkan mampu meringankan beban.

"Semua ini merupakan program Bukopin Peduli yang digelar serentak secara nasional," tuturnya.

(Charlie Ch.  Legi/diskominfo)

No comments

Powered by Blogger.