Tembagapura Masih Mencekam, Suara Deru Senjata Masih Terdengar


D'On, Papua,- Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, berdasarkan laporan dari pihak TNI dan Polri, hingga kini masih terdengar sesekali bunyi letusan senjata api di sekitar Banti Tembagapura. Walaupun suara tembakan saat ini tidak sebanyak sebelumnya.

"Bunyi tembakan itu terdengar sesekali saja, tidak seperti beberapa hari lalu saat mobil patroli Polsek Tembagapura diserang oleh KKB. Meskipun bunyi letusan senjata api hanya sesekali terdengar, tapi ini tentu membuat masyarakat ketakutan. Mereka tidak ingin kejadian seperti pada Oktober 2017 sampai April 2018 itu terulang kembali," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (9/3).

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkapkan, tindakan KKB telah membuat takut masyarakat setempat, sehingga harus ditindak tegas.

"Kehadiran KKB sangat menakutkan bagi warga masyarakat di Kampung Kimbeli, Banti, Utikini, dan beberapa kampung sekitarnya. Ini sudah jelas bahwa perbuatan mereka sangat menakutkan bagi warganya sendiri," jelasnya.

Dia meminta aparat gabungan TNI-Polri mengadang KKB agar tidak masuk ke wilayah pertambangan PT Freeport Indonesia.

"Kepada seluruh satuan pengamanan untuk fokus menangani kelompok ini. Semua harus bersinergi untuk membatasi atau mengadang mereka agar tidak masuk ke areal PT Freeport Indonesia," ujarnya.

Pada Sabtu (7/3), Kapolda Papua bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab meninjau sejumlah satuan pengamanan yang berada di area PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura.

Keduanya meminta semua satuan pengamanan dari TNI-Polri agar bersinergi dan memberikan pengamanan kepada masyarakat yang diteror oleh KKB.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab mengatakan meskipun pengamanan PT Freeport Indonesia kini dilakukan oleh aparat kepolisian, namun TNI juga ikut membantu pengamanan terutama menghadapi kelompok yang berseberangan dengan ideologi NKRI itu. 

(mond/merdeka.com)

No comments

Powered by Blogger.