Polisi Minta Operator Ojek Online Perketat Pemberian Jaket ke Mitranya

D'On, Jakarta,- Polri meminta kepada pihak yang menyediakan atribut jaket ojek online (Ojol) untuk mendata kembali nama-nama anggotanya.

Hal tersebut dalam rangka menanggapi aksi ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, yang dilakukan pelaku berinisial RMN.         

"Pokoknya kita mendorong dari pihak penyedia itu dulu, yang harus betul-betul mengecek anggota-anggota yang tergabung di dalam ojek online tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat (15/11/2019).       

Selain itu, pihak Ojol untuk melakukan pemantauan terhadap karyawan yang berprofesi sebagai pengemudi Ojol, karena atribut jaket bisa dimanfaatkan oleh kelompok jaringan teroris untuk melakukan aksi pengeboman dan sebagainya.

"Kemudian tentunya juga melakukan pemantauan agar menggunakan atribut-atribut ojol itu dengan berhati-hati," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, pelaku bomber RMN (24) melakukan aksi bom bunuh diri di halaman Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pagi.

Dalam aksinya ini, 6 orang terluka dan 4 kendaraan rusak. Sementara RMN sebagai society bomber tewas di lokasi kejadian.

Source: akurat

No comments

Powered by Blogger.