Presiden Jokowi Berencana Akan Sekolahkan Tenaga Pendamping PKH ke Luar Negeri


D'On, JAKARTA,- Demi menunjang tenaga ahli dalam kesejahteraan masyarakat, Presiden Jokowi berencana akan menyekolahkan sejumlah pendamping keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ke luar negeri.

Maksud dari wacana ini dilontarkan saat dirinya bertemu 598 pendamping PKH di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12).
"Nanti kedepannya saya minta ada seleksi di pendamping-pendamping PKH ini  dikirim ke luar negeri. Bisa sekolah, maksudnya melanjutkan sekolah, bisa training," kata Jokowi saat memberikan arahan jambore SDM PKH 2018.

Dikatakan Jokowi, langkah tersebut dilakukan agar para pendamping PKH memiliki pandangan luas terkait pembangunan di negara maju. Sehingga diharapkan para pendamping PKH bisa mengambil langkah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

"Dengan disekolahnya tenaga PKH ini bertujuan agar semua memiliki semangat yang tinggi untuk membangun negara ini," ungkapnya.

Dipaparkan Jokowi, bahwa saat ini tercatat masih ada 9,8 persen penduduk Indonesia atau atau 15,6 juta KK masuk dalam kategori miskin. Dan PKH merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini.
Pada tahun ini pemerintah sudah menyalurkan PKH kepada 10 juta KK dengan besaran bantuan Rp 1.890.000 per tahun.

Presiden Jokowi pun berencana akan menaikan nominal bantuan PKH sebesar dua kali lipat pada tahun 2019.
Diharapkan Jokowi, kepada para pendamping PKH untuk mengarahkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan itu untuk mencapai kesejahteraan. Yakni dengan mengajarkan tentang pengelolaan uang hingga berwirausaha.

Namun, ia mengintruksikan agar pendamping PKH mengajarkan agar para penerima PKH tak ketergantungan. Sehingga Jokowi juga meminta agar setiap tahun dilakukan pemutakhiran data penerima PKH.

"Kalau sudah lulus (dari kemiskinan), keluarkan yang lulus, jangan senang menikmati ini. Saya ingin bapak/ibu/saudara sekalian mengajari masyarakat agar tidak ketergantungan, ini sifatnya sementara agar mereka masuk ke level yang lebih tinggi," tandasnya. (ses)

No comments

Powered by Blogger.