Diam dan Mendiamkan Adalah Sebuah Pilihan Solusi


D'On, Padang (SUMBAR),- Jangan salahkan orang yang diam tak bicara, bisa jadi begitulah cara dia menyelesaikan masalah dan melewati kepelikan hidup. Diam memang bisa jadi solusi jitu suatu masalah, terutama yang berhubungan dengan konflik pertengkaran ataupun fitnah serta tuduhan.

Mari kita ambil hikmah dari ayat Al-Qur'an, di mana Allah berkisah tentang derita hati Siti Maryam saat menjadi tertuduh karena hamil tanpa suami. Allah menenangkannya karena semua adalah di atas perintah dan kehendak Allah. Siti Maryam pasti tidak akan dibiarkan menderita. 

Orang yang taat kepada Allah seperti beliau pastilah bernasib hidup "happy ending" (akhir hidup bahagia. Bacalah surat Maryam, surat ke 19 dalam al-Qur'an, untuk kisah detailnya.

Mari kita fokus pada satu ayat saja yang menarik perhatian saya dalam hubungannya dengan diam. 

Allah berfirman: "Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS. Maryam 19: Ayat 26).

Dua poin utama dari ayat itu: pertama, tak usah bersedih dengan konflik dan berbagai masalah, tenang, senang dan santai saja selama kita memang benar: kedua, puasa bicara alias diam itu bisa menjadi solusi menghadapi konflik atau pertengkaran. 

Tidak semua diam adalah bermakna benci. Tidak setiap puasa bicara bermakna putus silaturrahim. Semua adalah tergantung niat. (AK)

No comments

Powered by Blogger.