Jokowi Dinilai Korbankan Popularitas untuk Selamatkan Rakyat

D'On, Jakarta,- Survei Indikator Politik Indonesia mencatat popularitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) tergerus efek penanganan pandemi Covid-19. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan, tren kepuasan terhadap kinerja presiden terus mengalami penurunan.


"Bisa dibilang, Jokowi mengorbankan popularitasnya untuk selamatkan rakyatnya," kata Burhanuddin saat rilis hasil survei secara virtual, Minggu (26/9).

Temuan ini didapati Indikator usai melakukan survei nasional bertajuk Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Pandemi, Pemulihan Ekonomi dan Demokrasi yang dilakukan sepanjang 17-21 September 2021 dengan melibatkan 1.200 responden.

"Tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi saat ini menyentuh 58,1 persen. Pada Februari lalu, tingkat kepuasannya masih di angka 63 persen," tutur Burhanuddin.

Pada September 2019, dalam catatan Burhanuddin, tingkat kepuasan terhadap Jokowi masih berada di angka 72 persen. "Kepuasan terhadap kinerja presiden cenderung menurun, terutama dalam dua tahun terakhir," ungkap Burhanuddin.

Dalam survei terbaru, Burhanuddin merinci, tingkat sebaran kepuasan relatif merata pada kelompok gender. Detailnya, lebih besar pada usia yang semakin tua, muslim, juga berasal dari etnis Madura.

"Ada juga kelompok pendidikan dan pendapatan cenderung semakin rendah, merata pada kelompok profesi, perdesaan, tersebar di Banten, Jawa Tengah, DIY, Bali Nusa, juga Maluku serta Papua," terangnya.

Meski begitu, menurut Burhanuddin, usaha pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 berbuah positif, kendati popularitas terhadap kinerja presiden terus mengalami penurunan.

Hasil survei terbaru, kinerja penanganan pandemi mendapat respons positif masyarakat. Burhanuddin menyatakan, ada perubahan dalam kondisi ekonomi nasional terkait dampak penanganan pandemi.

Dari hasil survei periode 30 Juli-4 Agustus 2021, hanya 12,6 persen masyarakat yang menilai kondisi ekonomi nasional dalam posisi baik. Temuan terbaru, sebanyak 16,1 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional dalam kondisi baik. Artinya ada peningkatan sebesar 3,5 persen.

Pada temuan lain, tingkat kepuasan masyarakat terkait langkah pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan demi menekan penyebaran virus juga relatif tinggi. "Sebanyak 71,3 persen masyarakat menyatakan cukup puas. Hanya 1,5 persen yang menilai tidak puas sama sekali," jelas Burhanuddin.

Kepuasan serupa juga terkait ketegasan pemerintah dalam menegakkan kebijakan protokol kesehatan. Dari 1.200 responden, 71,4 persen menyatakan cukup tegas, sementara 2,5 persen menilai tidak tegas sama sekali.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei evaluasi publik terhadap penanganan pandemi, pemulihan ekonomi dan demokrasi sejak tanggal 17 sampai 21 September 2021. Sampel survei sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan pada Maret 2018 hingga Juni 2021.

Dari 1.200 responden, margin of error sekitar kurang lebih 2.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi. Survei menggunakan telepon. 

(mdk/cob)


Powered by Blogger.