Futri Zulya Sebut Mumtaz Rais Alami Gangguan Kejiwaan dan Pernah Menganiaya dan Siksa ART

D'On, Jakarta,- Ahmad Mumtaz Rais dan Futri Zulya Savitri telah resmi bercerai beberapa waktu lalu. Futri Zulya Savitri awalnya telah menggugat putra Amien Rais itu karena perselisihan yang tak henti. Futri Zulya Savitri pun tak kuat sehingga melayangkan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


Futri menuding Mumtaz mengalami sakit jiwa. Hal itu terungkap dalam replik yang tertuang dalam putusan PA Jaksel.

Berdasarkan replik yang ada pada laman Mahkamah Agung RI, disebut Ahmad Mumtaz Rais memiliki masalah kejiwaan yang tak stabil. Ahmad Mumtaz Rais juga saat ini menjalani terapi dan pengobatan demi psikologinya.

Masalah kejiwaan itu disebut Futri mengganggu komunikasi antara dirinya dengan Mumtaz Rais selama menjadi pasangan suami istri. Keduanya mengalami perselisihan terus menerus.

Selain itu, masalah kejiwaan yang tak stabil itu juga menyebabkan dampak negatif lain, salah satunya, Ahmad Mumtaz Rais diduga melakukan penganiayaan dan penyiksaan terhadap asisten rumah tangga (ART).

Futri Zulya Savitri menggugat cerai Ahmad Mumtaz Rais ke PA Jakarta Selatan pada Februari 2022. Berdasarkan amar putusan yang dapat diakses di laman Mahkamah Agung RI bahwa gugatan penggugat, dalam hal ini, Futri Zulya Savitri, dikabulkan majelis hakim.

Futri Zulya pun mendapatkan hak asuh atas anak-anaknya. Kemudian, Ahmad Mumtaz Rais diwajibkan membayar nafkah anak sebesar Rp 30 juta per bulan sampai kedua buah hatinya dewasa atau mandiri.

Sementara dalam persidangan di PA Jaksel, Mumtaz Rais pernah mengakui perceraiannya memang dari masalah internal keluarga. Meski begitu, Ahmad Mumtaz Rais tak mau menceritakan secara rinci. Ia juga mengklaim terus berusaha mempertahankan keluarganya.

"Jadi seperti teman-teman media bisa lihat, hadirnya saya di sini menunjukkan keseriusan saya. Saya sungguh-sungguh ingin mempertahankan biduk keluarga kecil saya, karena didasari rasa cinta, kasih, dan juga sayang kepada istri dan anak saya," kata Mumtaz Rais di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

"Insyaallah apalagi ini adalah harapan 3 hari terakhir Ramadan semua maghfirah ditumpahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seluruh hambanya. Jadi jika ada salah khilaf sebagai manusia, tiga hari ini lah bagaimana kita meminta maghfirah dan berusaha untuk merangkul setiap elemen-elemen keluarga yang mungkin selama ini terpisah," ungkapnya.

(*)

#AhmadMumtazRais #AnakAmienRais #Kekerasan


Powered by Blogger.